Sosial

Anggota DPR Aceh Gugat Gubernur Bank Indonesia

ACEHTERKINI.COM | Salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, Asrizal H. Asnawi secara resmi menggugat Bank Indonesia melalui kuasa hukumnya Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Selasa (24/1/2017) pukul 14.30 wib.

Melalui kuasa hukumnya, Safaruddin yang mendaftarkan gugatan itu mengatakan, gugatan tersebut terkait dengan gambar Pahlawan Aceh yaitu Cut Mutia dalam lembaran uang pecahan Rp1.000 yang tidak menggunakan penutup kepala.

Safaruddin, Yayasan Advokasi Rakyat Aceh

Gugatan itu didaftarkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor 40/Pdt/G/2017/PN.JKT.PST yang diterima oleh Panitera MUda Perdata, Eddy Wiyono SH. MH.

Menurut kuasa hukumnya gambar Cut Meutia yang di tampilkan dalam uang pecahan Rp 1000,- (Seribu Rupiah) dapat melemahkan pelaksanaan syariat Islam di Aceh sebagaimana telah di atur dalam Qanun (Peraturan Daerah) Nomor 11 Tahun 2002 tentang Pelaksanaan Syariat Islam Bidang Aqidah, Ibadah dan Syi’ar Islam, pada pasal 13 Qanun tersebut dijelaskan bahwa setiap orang Islam di Aceh wajib berbusana Islami.

Cut Meutia merupakan bangsawan Aceh yang dilahirkan di Keureutoe, pada 1870, sekira tiga tahun sebelum Belanda menyerang Kesultanan Aceh Darussalam. Ini mengartikan saat Cut Meutia dilahirkan di Keureutoe, daerah tersebut masih wilayah Kesultanan Aceh Darussalam yang merupakan sebuah Negara Islam.

Mata Uang Salah satu simbol kedaulatan Negara yang harus di jaga dan dihormati oleh seluruh Bangsa Indonesia, pelecehan terhadap mata uang merupakan pelecehan terhadap symbol kedaulatan Negara.

Syariat Islam di Aceh adalah salah satu dari bagian kedaulatan Negara yang diberikan secara konstitusional kepada Provinsi Aceh, pelecehan terhadap Syariat Islam merupakan pelecehan terhadap konstitusi dan Negara, dalam kaitan dengan pecahan uang Rp 1000,- (seribu Rupiah).

Uang Pecahan Baru yang Dikeluarkan Bank Indonesia

Sebelumnya Penggugat telah meminta Tergugat (Gubernur Bank Indonesia) untuk menarik kembali pecahan uang Rp 1000,- (Seribu Rupiah) pada tanggal 3 Januari 2017 dengan mengirimkan Somasi.

“Tindakan Tergugat ini dapat merusak mental generasi perempuan Aceh dan melemahkan pelaksanaan Syariat Islam di Aceh yang sedang berjalan, tindakan Tergugat ini telah merugikan dan melecehkan nilai nilai ke Islaman dan adat istiadat di Aceh,” sebut Safaruddin.

Akhir tahun 2016 lalu, Bank Indonesia resmi meluncurkan tujuh uang kertas baru dan empat uang logam pecahan baru dengan desain menampilkan gambar pahlawan yang mewakili seluruh Indonesia. Peluncuran uang baru pecahan dan logam tersebut diresmikan oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus D.W.Martowardojo, yang dihadiri Presiden Jokowi, Mentri Keuangan Sri Mulyani pada Senin 19 Desember 2016 di Kantor BI, Jl MH.Thamrin, Jakarta Pusat. [Red]

Editor : Rahmatsyah

To Top