Sosial

Aceh Green Susun Draft Rancangan Qanun Hutan Adat Bireuen

ACEHTERKINI.COM | Aceh Green Community (AGC) bersama Jaringan Komunitas Masyarakat Adat (JKMA) menggelar Forum Discussion Group (FGD) tentang penyusunan draft Rancangan Qanun (Raqan) Hutan Adat dan Mukim di Wilayah Bireuen, Selasa (10/1/2017).

Sekjen Aceh Green, Musliadi mengatakan, kegiatan itu untuk menjawab berbagai persoalan pengelolaan hutan sesuai dengan perkembangan regulasi kehutanan di tanah air. “Melalui FGD ini kita gali masukan dari imum mukim yang memiliki wilayah hutan untuk dimasukkan dalam draft Raqan Hutan Adat,” terangnya.

Aceh Green Susun Draft Rancangan Qanun Hutan Adat Bireuen
FGD Penyusunan Draft Raqan Hutan Adat Mukim Wilayah Bireuen

“FDG kali kedua yang kami gelar ini juga untuk menyempurkan Rancangan Qanun tentang Hutan Adat Mukim yang sudah ada, kami juga menggali informasi yang mendalam tentang isu-isu yang mencuat saat pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat Umum di DPRK Bireuen,” tutur Musliadi.

Sementara itu Efendi, dari JKMA Aceh menjelaskan bila regulasi tentang hutan adat tingkat daerah telah tersedia maka pemerintah daerah dengan mudah dapat mengajukan pelepasan kawasan hutan menjadi hutan adat ke Kementrian LHK.

“Kedepan, keberadaan mukim sebagai masyarakat adat Aceh  di Bireuen akan memiliki kedaulatan penuh dalam mengelola wilayahnya,” tutup Efendi. [Red]

Editor : Rahmatsyah

To Top