Sosial

Zaini Abdullah Tekankan Syariat Islam di Aceh Utara

ACEHTERKINI.COM | Calon Gubernur Aceh Zaini Abdullah melanjutkan kampanye dialogis di Kabupaten Aceh Utara, Rabu (30/11). Lanjutan kampanye dialogis kali ini, Zaini Abdullah sekaligus mengukuhkan Tim Pemenangan Pasangan Calon Zaini Abdullah dan Nasaruddin (AZAN) Kabupaten Aceh Utara serta tim AZAN se-kecamatan.

Zaini Abdullah Tekankan Syariat Islam di Aceh Utara

Sebelum melakukan orasi politik, Zaini Abdullah juga mengikuti prosesi tepung tawar (pesijuek) yang dilakukan oleh tiga ulama karismatik di daerah setempat.

Dalam orasi politiknya kali ini, Zaini Abdullah menekankan tentang penegakan Syariat Islam. Dikatakan Zaini Abdullah tahun pertama menjadi pemimpin Aceh dirinya telah menandatangani qanun tentang penerapan Syariat Islam di Aceh, yang mana katanya, Gubernur Aceh sebelumnya tidak berani menandatangani hal tersebut.

Kata Zaini Abdullah, tidak ada yang harus ditakutkan untuk menerapkan syariat islam di Aceh, bahkan dulu orang luar negeri pergi ke Aceh untuk belajar persoalan agama, dan orang Aceh dengan semua hidup rukun.

Dikatakan Zaini, selama dia menjadi pemimpin Aceh, semua apa yang dilakukan tidak kurang dari keterlibatan daripada ulama Aceh. Dengan penegakan syariat islam, sudah merubah Bank Aceh yang selama konvensional ini menjadi Bank Aceh Syariah.

Kata Zaini, Aceh yang pertama yang melakukan ini, dan ini akan diikuti oleh provinsi lain yang ada di Indonesia. Karena orang Aceh ini adalah merupakan orang terdepan dan menjadi contoh bagi daerah lain. Seperti kemerdekaan NKRI, saat itu seluruh tanah Indonesia sudah dikuasi oleh Belanda, namun tanah Aceh tidak, yang kemudian tanah Aceh lah ini menjadi modal untuk Indonesia merdeka.

“Keterlibatan kita di dalam konflik bukanlah untuk kita ingin memisahkan diri dari NKRI,  tidak ada kata-kata dari kita dulu untuk mau pisah dengan NKRI, malah kita yang menjadi terdepan atas kemerdekaan NKRI. Maka perdamaian ini menjadi rahmat bagi kita. Kita hurus jaga ini. Kalau kita lupa dengan dasar kita maka ini akan hancur,” kata Abu Doto—sapaan Zaini Abdullah.

*Empat Tiang Bangun Aceh

Salah satu perwakilan ulama yang hadir pada kampanye dialogis itu, Tgk Amarduna mewakili ulama lain menyampaikan orasi politik di hadapan massa yang berjumlah sekitar dua ribu itu. Katanya, ada empat Tameeh–tiang dalam bahasa Indonesia untuk membangun negeri; Provinsi Aceh.

Katanya sesuai dengan nomor urutan dari pasangan AZAN, yaitu empat. Tiang pertama katanya, ilmu daripada ulama. Dia menjelaskan dengan adanya ulama, ilmu dari ulama maka pemimpin itu akan berhasil membangun sebuah negeri, dan hal ini sudah dilakukan oleh Zaini Abdullah yang sangat dekat denga ulama-ulama di Aceh. Dengan dukungan dari ulama yang menjadi penasehat, guru maka pasangan AZAN Inshaallah menang.

Kedua, pemimpin yang adil. Dan hal ini katanya, masih ada dalam diri Zaini Abdullah yang sudah memimpin Aceh selama ini. Dapat dilihat dari pembangunan yang dilakukan Zaini Abdullah tidak terfokus kepada satu wilayah. Semua dilakukan untuk mensejahterakan rakyat Aceh.

Ketiga, kata Tgk Amarduna, merupakan dermawannya orang-orang kaya. Maka karena itu orang orang kaya dimohonkan bantuan untuk membangun negeri. Mari sama-sama kita bandu Abu (Zaini
Abdullah) untuk membangun negeri ini. Dan keempat, katanya, doa para kaum yang terdzalimi atau kaum tertidas.

“Kita ini orang-orang dizalimi oleh orang lain, minta kepada Allah untuk memenangkan pemimpin yang kita cintai; Zaini Abdullah,” ujarnya.

Tgk Amarduna juga menegaskan, untuk mewujudkan itu semua harus bersama-sama, tidak boleh bercerai berai. Kalau bersama-sama Inshaallah,  Allah akan memenangkan, tapi kalau bercerai-berai Allah tidak akan memenangkan suatu kaum. Makanya seperti pepatah, bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. []

To Top