Layanan Publik

Tumpukan Material Ancam Keselamatan Pengendara di Abdya

ACEHTERKINI.COM | Tumpukan material berupa pasir dan batu untuk peningkatan jaringan irigasi sekunder di kawasan Jalan Nasional, Desa Suak Nibung dan Bineh Krueng, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mulai mengancam keselamatan pengendara, karena sebagian besar tumpukan batu dan pasir sudah merembes ke badan jalan, sehingga para pengendara yang melintas harus waspada saat melintas dikawasan itu apalagi dimalam hari.

Tumpukan Material Ancam Keselamatan Pengendara di Abdya
 Bahan material berupa batu dan pasir untuk peningkatan jaringan irigasi mengancam keselamatan pengendara, foto direkam Senin (5/12) [ Rizal/acehterkini.com ]

Ironisnya, pihak pelaksana proyek tidak membuat rambu-rambu tanda bahwa adanya tumpukan material. Padahal, rambu-rambu itu sangat perlu agar pengendara bisa lebih berhati-hati saat akan melintas dikawasan jalan itu.

“Apabila tumpukan material itu terus berlanjut seperti itu, maka dipastikan akan terjadi kecelekaan dan bisa memakan korban jiwa,” kata Tahir salah seorang pengendara yang melintas saat ditemui wartawan, Senin (5/12/2016).

Sebelumnya dilokasi yang sama juga pernah dilakukan peningkatan jaringan irigasi. Dimana, tumpukan material sudah memakan badan jalan, sehingga salah satu minibus menghantam gundukan pasir hingga mengakibatkan penumpang luka berat.

Sementara itu, Nasir pengendara lainnya juga menyatakan hal yang serupa. Menurutnya, pihak pelaksana proyek jangan asal menumpukkan material, sebab tumpukan batu, kerikir dan pasir, justru akan mengancam keselamatan pengendara, sehingga arus lalulintas menjadi sempit.

“Semestinya material itu ditempatkan pada lokasi yang aman, jangan sampai gara-gara proyek itu justru musibah yang didapatkan oleh orang lain,” tuturnya singkat.

Terkait hal itu, Kabid Pengairan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Abdya, Mulyadi mengatakan, kalau rekanan pelaksana peningkatan jaringan irigasi antara Desa Suak Nibung dan Bineh Kruen, Kecamatan Tangan-Tangan itu dikerjakan oleh PT Nurtindo sesuai dalam kontrak nomor 602.1/26/SPPK/DAK.T/P-PU/2016 dengan menghabiskan anggaran mencapai 4,9 miliar lebih yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tambahan.

“Kita sudah memperingatkan pihak rekanan agar tidak menumpuk material hingga merembes ke badan jalan. Kami juga sampaikan kejadian tahun lalu, yang diakibat kelalaian rekanan, sehingga terjadinya kecelakaan,” ungkapnya.

Ditambahkan, lokasi saluran irigasi itu tepat berada di pinggir jalan nasional, maka kontraktor harus bertanggung jawab dengan membuat tanda atau rambu-rambu keselamatan pada tumpukan material tersebut, agar tidak berbahaya pada orang lain yang sedang melintas.

“Kita akan turun ke lokasi pengerjaan tersebut,  tapi sebelum itu kita sudah menghubungi pelaksana lapangannya, agar membersihakan material yang berserakan ke badan jalan,” demikian jelasnya. (Rizal)

To Top