Nasional

Pemerintah Diminta Pulangkan Orangutan yang Dicekoki Narkotika di Kuwait ke Indonesia

ACEHTERKINI.COM | Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group meminta pemerintah untuk memulangkan bayi orangutan hasil perdagangan ilegal yang saat ini berada di Kuwait ke Indonesia.

Scorpion telah menulis surat kepada Kedutaan Besar Indonesia di Kuwait pada Selasa (29/11/) untuk meminta Kedutaan membantu proses pemulangan bayi orangutan dari Kuwait. Sebelumnya Scorpion juga telah meminta hal yang sama kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Pemerintah Diminta Pulangkan Orangutan yang Dicekoki Narkotika di Kuwait ke Indonesia
[ ilustrasi ]

“Kita berharap bayi orangutan hasil perdagangan ilegal yang kini berada di Kuwait bisa segera dipulangkan ke Indonesia untuk segera direhabilitasi dan dilepasliarkan ke habitat aslinya di Kalimantan,” tutur Direktur Scorpion Gunung Gea.

Berdasarkan pembicaraan antara Direktur Yayasan Scorpion, Gunung Gea dengan CEO BOS Foundation, Dr. Jamartin Sihite, diduga bayi  orangutan tersebut adalah orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) namun masih perlu test DNA untuk lebih memastikannya. Jamartin juga telah menegaskan bahwa apabila ternyata orangutan tersebut dari Kalimantan maka pihaknya siap menerima dan merehabilitasinya. Karena masih bayi, orangutan tersebut masih berpeluang dikembalikan ke habitatnya.

Gunung Gea mengutarakan, penyelundupan berbagai jenis satwa langka, seperti orangutan ke luar negeri diindikasikan melibatkan oknum aparat.
Pada November tahun lalu, hasil kerjasama Scorpion dan Polda Metro Jaya berhasil membongkar perdagangan satwa langka yang melibatkan oknum PNS Balai Karantina Bandara Soekarno Hatta dan warga negara Libya.

Berdasarkan laporan Arab Times pada bulan Juli lalu, pemerintah Kuwait telah menghubungi pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Indonesia di Kuwait untuk memulangkan orangutan ke Indonesia.

Menurut laporan Arab Times, pemilik dan bayi orangutan ditangkap secara tidak sengaja akibat insiden kecelakaan lalu lintas. Pemilik dan bayi orangutan ditemukan dalam pengaruh obat-obatan.

Pemilik, yang dirujuk ke Departemen Pengawasan Obat di Kuwait, mengakui bahwa pemilik orangutan itu bersama orangutannya sama-sama menggunakan narkoba untuk bersenang-senang.

To Top