Sosial

Pangdam IM Menerima Kunjungan Staf Ahli Kemenkopolhukam

ACEHTERKINI.COM | Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayjen TNI Tatang Sulaiman menerima kunjungan dari Staf Ahli Kementrian Politik Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam) Mayjen TNI Andrie Soetarno, S.E., M.D.S. di aula Sanggamara Lounge, Kodam IM, Banda Aceh,  Rabu (30/11/2016). Kunjungan tersebut dalam rangka menyiapkan masyarakat Aceh  menyongsong Bonus Demografi 2020-2035.

Pangdam IM Menerima Kunjungan Staf Ahli Kemenkopolhukam
[ Pendam IM/acehterkini.com ]

Dalam pertemuan tersebut, Mayjen TNI Andrie mengungkapkan bahwa Indonesia pada tahun 2020-2035 akan mengalami apa yang dinamakan “Bonus Demografi”. Adapun fenomena bonus demografi ini bisa terjadi akibat dari prosentasi angkatan kerja yang sangat tinggi jumlahnya, sehingga kehadiran-kehadiran para angkatan kerja ini akan membutuhkan banyak lapangan kerja yang juga harus diimbangi dengan kemampuan atau skill yang baik pula.

“Indonesia pada tahun 2020 sampai 2035 akan mengalami bonus demografi. Angkatan kerja yang ada bisa mencapai 64% dari jumla penduduk Indonesia. Jika mereka bisa kerja, maka akan mendatangkan devisa, namun jika tidak punya kemampuan maka akan merugikan Negara kita,” kata Staf Ahli Bidang SDM dan Teknologi Kemenkopolhukam tersebut.

Mayjen TNI Andrie juga menekankan agar fungi Kodam IM sebagai komando territorial mampu memberikan bekal dalam upaya mempersiapkan para calon-calon pencari kerja tersebut dikemudian hari.

“Kaitannya dengan itu, Kodam harus selalu memainkan perannya sebagai Koter yang mempunyai fungsi binter. Saya ingin fokuskan lagi, Kodam harus memantau ada berapa banyak lulusan SMU yang melanjutkan kuliah, kerja, atau pengangguaran, yang tinggal di Aceh ini. Koordinasi dengan Pemda,”  lanjut Mayjen TNI lulusan Akmil  83 tersebut.

Sementara itu, terkait dengan peran Kodam IM, dalam upaya membantu masyarakat memperoleh bekal yang cukup untuk menghadapi persaingan kerja dimasa yang akan datang, Pangdam Iskandar Muda menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang rutin telah kami jalankan, bahkan hal tersebut  sudah dimulai dari masih bayi sampai dengan telah bekerja.

“Kodam IM secara terprogram telah melaksanakan kegiatan yang bertujuan untuk mengelola penduduk dan menyiapkan generasi muda kita dalam menghadapi fenomena bonus demografi tersebut dari mulai bayi sampai setelah mereka bekerja”, kata Pangdam IM Mayjen TNI Tatang Sulaiman.

Salah satu bukti pembinaan yang dilakukan oleh Kodam IM dalam mempersiapkan masyarakat Aceh dari mulai masih bayi misalnya dengan membantu mensosialisasikan program keluarga Berencana (KB) dan membuka Posyandu, membuka sarana pendidikan dari TK sampai SMA/SMK melalui Yayasan Kartika Eka Paksi (YAKEP), dan memberi pelatihan bela Negara bagi mahasiswa dan mereka yang sudah bekerja bahkan membuka lahan pertanian baru bagi masyarakat.

“Kita menyiapkan generasi muda dari sebelum lahir sampai setelah mendapat pekerjaan. Misalnya lewat program KB, Posyandu, sekolah, sampai dengan setelah mendapat pekerjaan pun kita bantu dengan program pembekalan bela Negara. Bahkan akhir-akhir ini jika kita melihat MoU beberapa kementrian dengan TNI, sebagian besar program kita saat ini sangat berkaitan erat dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat”, Ujar Pangdam Iskandar Muda.

Hadir dalam pertemuan tersebut,  Kasdam, Irdam, dan para Asisten. Sementara dari pihak Kemenkopolhukam,  Asmarni, S.E. (Staf Ahli Bid. SDA & LH), Lloyd Tangka (Kassubbag TU. Staf Ahli, dan Hafid Hidayat (Staf TU. Staf Ahli).

To Top