Ekonomi

Jelang Tahun Baru, Harga Ikan di Abdya Mahal

ACEHTERKINI.COM | Harga ikan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) hingga akhir tahun 2016, melonjak tinggi, hal itu dipicu karena para pedagang kesulitan untuk mendapatkan ikan dari para nelayan. Sehingga banyak warga yang mengurungkan niatnya membeli ikan untuk kebutuhan sehari-hari.

Seperti ikan tongkol saja, para pedagang di pasar ikan harus menjual dengan harga Rp.30.000 per kilogram, sementara untuk ikan tuna besar sirip hijau dijual dengan harga antara Rp.35.000-36.000 per kilonya.

“Kami terpaksa harus menjual mahal ikan tersebut, karena ikan yang kita dapatkan dari nelayan juga dijual mahal,” ungkap Sudir salah satu pedagang ikan di Pasar Tanjung Bunga, Kecamatan Tangan-Tangan, Kamis (29/12/2016).

Jelang Tahun Baru, Harga Ikan di Abdya Mahal
Ilustrasi

Dikatakannya, ikan-ikan ini tidak hanya diambil dari nelayan lokal saja, bahkan juga didatangkan dari wilayah Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat dan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan. Melambungnya harga ikan, lanjut Sudir, bukan di pasar ini saja, akan tetapi hampir seluruhnya mengalami kondisi yang serupa.

Pasar Tanjung Bunga ini, tambah Sudir, termasuk pasar yang paling murah dalam penjualan ikan, banyak warga dari daerah lain yang datang untuk membeli ikan ke pasar  ini. “Namun kali ini kita tidak bisa menjual murah lagi ikan-ikan tersebut, karena kalau dijual dengan harga biasa yakni sekitar Rp.10.000-15.000 perkilo, maka kita akan rugi,” tambahnya.

Sementara itu, Husni pedagang ikan di Pasar Manggeng juga mengemukakan hal yang serupa. Dimana, mahalnya harga ikan itu bukan berlaku pada tongkol dan tuna saja, akan tetapi juga termasuk sejumlah ikan-ikan lainnya. “Ikan kembung, kuwe, tamban dan teri saja yang ditangkap menggunakan pukat darat juga dijual mahal. Untuk ikan teri dijual 20 ribu rupiah pertumpuk,” sebutnya.

Melambungnya harga ikan juga dinyatakan oleh Panglima Laot Abdya, Hasanuddin. Kepada wartawan, ia mengutarakan bahwa harga ikan di Abdya saat ini hampir dua kali lipat jika dibandingkan dengan harga sebelumnya. Tongkol perkilo dijual Rp.27.000-30.000 perkilo, sementara Tuna mencapai Rp.35.000/kilo. Padahal sebelumnya harga ikan tongkol hanya Rp.10.000 kebawah perkilo.

Kondisi itu juga dipicu akibat para nelayan kesulitan mendapatkan ikan dilaut karena cuaca yang tidak menentu, terkadang datang angin kencang disertai hujan. Dalam musim timur ini ikan memang agak kurang, karena sering berpindah-pindah, untuk mendapatkan ikan besar saja nelayan harus menggapai ke laut yang dalam. Sementara kalau di laut dangkal hanya ikan kecil saja yang didapat.

Disisi lain, kurangnya keberadaan ikan juga karena memperingati ulang tahun Tsunami. Dimana, para nelayan banyak yang tidak ke laut. “Dan itu menjadi sebuah kesepakatan bersama, artinya pantang jika dilanggar oleh nelayan,” demikian singkat Hasanuddin. (Rizal)

To Top