Kesehatan

Hari AIDS Se Dunia, Yonif 113/JS Bersama Dinkes Bireuen Gelar Sosialisasi Bahaya Penyakit HIV/AIDS

ACEHTERKINI.COM | Penyakit HIV/AIDS adalah penyakit yang ditularkan oleh virus HIV yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia sehingga seseorang menjadi rentan terserang berbagai penyakit yang akan memperburuk kondisi kekebalan tubuh manusia itu sendiri.

Dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran penyakit HIV/AIDS dikalangan prajurit TNI dan keluargannya serta memperingati hari AIDS se Dunia, Batalyon Infanteri 113//Jaya Sakti bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen menggelar sosialisasi pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Markas Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti, Kamis (1/12/16).

Acara diikuti oleh 250 pajurit yang dibuka langsung oleh Danyonif 113/JS Letnan Kolonel Inf. Muhammad Faizal Nasution S.I.P yang turut dihadiri oleh Kepala Bidang Penyakit Dinkes Kab. Bireuen Dr. Erawati, Dr. Syarifah Hanum dan Staf Kabid P2PN Kab. Bireuen Ibu Hidayati, serta para Pasi dan Danki jajaran Yonif 113/JS.

Dalam sambutannya, Danyonif 113/JS mengatakan bahwa tujuan dari sosialisasi agar seluruh prajurit mengenal dan tau apa itu HIV/AIDS serta cara penularannya maupun resikonya bahayanya yang ditimbulkan, sehingga prajurit paham bagai mana cara menghindari, menjauhi dan mencegahnya baik diri sendiri, keluarga dan turut aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang HIV/AIDS.

Penyakit HIV/AIDS memang menular dan kita tidak perlu takut terhadap penderita penyakit ini, “mari kita sanyangi dan berikan motifasi layaknya keluarga kita sendiri”, ungkap Muhammad Faizal Nasution.

Hari AIDS Se Dunia, Yonif 113/JS Bersama Dinkes Bireuen Gelar Sosialisasi Bahaya Penyakit HIV/AIDS

“Mari Berubah, Masa Depan Gemilang Tanpa Penularan HIV/AIDS“ merupaka tema yang diangkat, dan berbagai macam materi yang diberikan oleh Tim dari Dinkes Kab. Bireuen antara lain mitos terjadinya HIV (Human Immudeficiency Syndrom) yang dapat ditularkan melalui hubungan darah (keturunan), berhubungan dengan orang asing serta hubungan seks biasa, dan juga dijelaskan berbagai macam dampak HIV/AIDS terhadap penderita antara lain derajat kesakitan berkesinambungan, stress bagi penderita, umur normal yang berkurang, bayangan kematian, kemiskinan, ditakuti dan diacuhkan serta keretakan jalinan hubungan sosial.

Selain itu, pemateri juga menjelaskan gejala – gejala bagi penderita HIV/AIDS antara lain sering diare, infeksi rongga mulut, mudah mengalami kelelahan, sering nyeri otot sebagai mana virus mengubah sistem kekebalan melalui sel darah limposit, dengan media penularan darah, cairan sperma, cairan vagina serta air susu ibu, perkembangan panyakit fase primer akut, kronis asimtomasis dan stadium lanjut, prinsip penularan HIV/AIDS Exit, Survive, Sufficient dan enter.

Pencegahan yang dapat dilakukan dalam upaya menghindari penyakit HIV/AIDS meningkatkan ketahanan agama dan keluarga,  penghapusan stigma dan diskriminasi, pemberdayaan generasi muda “Say No To Drugs and Free Sex“, Screening ditempat kerja serta melakukan pencegahan dilingkungan yang berisiko tinggi.

To Top