Peristiwa

Gara-Gara Banjir, Pembangunan Jembatan Krueng Teukuh Abdya Dihentikan

ACEHTERKINI.COM | Proses pembangunan jembatan rangka baja di Krueng Teukuh, Dusun Drien Leukit, Desa Blang Makmur, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) masih menunggu proses evakuasi material rangka baja jembatan yang jatuh ke dasar sungai pasca dihantam banjir pada Selasa (23/8/2016) lalu.

Kabid Bina Marga Dinas, Pekerjaan Umum (PU) Abdya, Afrida Surya ST, yang ditemui wartawan, Kamis (1/12/2016) mengatakan, pembangunan jembatan senilai Rp.7,2 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) Abdya tahun 2016 itu terpaksa dihentikan.

Jembatan Rangka Baja Krueng Teukuh, Abdya

Hal itu disebabkan pihak PT Adek Abang Tahara selaku rekanan masih berupaya melakukan evakuasi material rangka baja yang ambruk ke dasar sungai akibat bencana alam berupa banjir yang merusak rangka baja jembatan yang sudah berdiri.

Dikatakan Afrida, target penyelesaian proyek itu pada akhir 2016 nanti. Dengan kondisi terkini, pihaknya belum bisa memastikan kapan proyek tersebut akan selesai. “Hingga saat ini proses evakuasi material jembatan masih berlanjut. Jika akhir tahun ini juga tidak tercapai, maka terpaksa akan kita lakukan perpanjangan waktu,”  katanya.

Walaupun proses pekerjaan jembatan masih terhenti, sebut Afrida yang juga selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) pada proyek tersebut, namun proses pekerjaan item lain yang tercantum dalam kontrak paket itu tetap terus berjalan. Seperti, pembangunan tanggul dari batu gajah telah mencapai 50 persen dan penimbunan kepala jembatan juga sudah mencapai 50 persen.

“Mengenai perpanjangan waktu akan kita konsulatasi dengan pihak Kejaksaan Negeri Abdya agar tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku, karena batas akhir proyek itu tanggal 26 Desember nanti,” tuturnya.

Sebelumnya, dari total panjang jembatan 60 meter, pembangunan rangka baja jembatan sudah mencapai 50 meter dari pinggir sungai. Namun, karena tingginya debit air pada waktu sedang dikerjakan, sehingga rangka baja jembatan sepanjang 50 meter yang disangga dengan pohon kelapa justru ambruk dihantam air.

“Tiang penyangga sementara tidak mampu menahan kuatnya hantaman arus air, sehingga rangka baja jembatan yang sudah terpasang ambruk,” demikian sebutnya. (Rizal)

To Top