Sosial

Disinyalir Berpolitik, Bupati Abdya Copot Dua Kepsek dan Kapus

ACEHTERKINI.COM | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Jufri Hasanuddin melalui Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) setempat, memberhentikan jabatan 2 (dua) Kepala Sekolah (Kepsek) dan satu Kepala Puskesmas dijajaran Pemkab Abdya, karena disinyalir terlibat dalam politik mendukung salah satu pasangan Kandidat.

Meski terlihat tanpa beralasan. Namun, muncul kabar, kalau kedua Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan satu Kepala Puskesmas di Kecamatan Manggeng itu dicopot dari jabatan karena diduga memihak pada salah satu kandidat yang akan maju dalam Pilkada 2017 mendatang.

Dalam Surat Keputusan (SK) yang ditandatangani Bupati Abdya Jufri Hasanuddin, nomor BKPP.824.4/238/2016 tanggal 14 Desember 2016 tentang pemindahan  pegawai negeri sipil (PNS) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Abdya, terlampir Darwis yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala SMPN 2 Manggeng dimutasi menjadi guru biasa ke SMPN 1 Cot Manee, Kecamatan Jeumpa.

“Saya baru terima SK itu tanggal 15 Desember 2016 kemarin, meskipun begitu, saya siap untuk ditempatkan dimana saja, karena ini sudah menjadi kewajiban saya sebagai abdi Negara,” kata Darwis singkat saat dihubungi wartawan, Jumat (16/12/2016).

Hal yang sama juga dialami Kepala SMPN 1 Manggeng, Ali Amran diberhentikan dari jabatan sesuai dengan SK Bupati Nomor BKPP.824.4/237/2016 tanggal 14 Desember 2016. Saat ini ia harus bergeser menjadi guru biasa di SMPN 2 Kuala Batee.

“Kita terima dengan lapang dada sajalah, namun yang saya sesalkan, pimpinan tidak pernah menegur atau memberikan peringatan, malahan langsung dicopot. Untuk masalah ini, biar masyarakat yang menilai, pasti mereka sudah tahu arahnya,” ujar Ali Amran singkat.

Tak hanya Kepala SMP di Manggeng, kondisi serupa juga dialami Kepala Puskesmas Manggeng, Salman SKM yang harus pindah lokasi kerja ke Puskesmas Babahrot sebagai staf biasa sesuai dengan SK nomor BKPP.824.4/236/2016 tanggal 14 Desember 2016.

Mengenai hal itu, secara singkat, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Abdya Yusnaidi, mengatakan, kalau pemberhentian jabatan kepala sekolah tersebut bukanlah kewenangannya. Akan tetapi itu merupakan kebijakan dari pimpinan.

“Karena yang menilai dan yang berhak memutuskan adalah pimpinan. Kalau ditanya penyebabnya, saya tidak bisa jawab karena itu diluar kapastitas saya,” ungkapnya.

Meskipun begitu, pihaknya akan segera menindaklanjuti SK dari pimpinan tersebut. Dimana, tambah Yusnaidi, Disdik akan segera menempati pelaksana tugas Kepala SMPN 1 dan 2 Manggeng agar aktifitas disekolah dapat berjalan dengan lancar. “Plt itu bisa dari guru setempat, dan bisa juga dari pengawas,” ujarnya singkat. (Rizal)

To Top