Pendidikan

Disdik Aceh Latih Bendahara SMA dan SMK

ACEHTERKINI.COM | Dalam rangka persiapan implementasi pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, terkait pengalihan kewenangan pengelolaan SMA, SMK dan SLB dari Pemerintah Kabupaten/Kota ke Pemerintah Provinsi, Dinas Pendidikan Aceh melatih sejumlah bendaharawan SMA dan SMK.

Disdik Aceh Latih Bendahara SMA dan SMK
[ acehterkini.com ]

Pelatihan yang dibagi dalam dua gelombang itu dimulai sejak 1 hingga 11 Desember 2016, dibuka Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Hasanuddin Darjo, MM yang diwakili Sekretaris Dinas Pendidikan Aceh, Drs, Nasrun, MM, Kamis, 1 Desember 2016 malam, di Banda Aceh.

Dikatakan dia, Dinas Pendidikan Aceh adalah motor penggerak utama pembangunan pendidikan di Aceh. Namun, demikian Dinas Pendidikan Aceh tidak dapat bekerja secara individual.

“Dibutuhkan bantuan dan peran serta masyarakat secara luas untuk bersama-sama menggerakkan motor pembangunan pendidikan Aceh,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Hasanuddin Darjo, MM yang diwakili Sekretaris Dinas Pendidikan Aceh, Drs, Nasrun, MM, saat membuka pelatihan bendahara SMA/SMK.

Dia menyebutkan, ada empat pilar utama pendidikan Aceh yaitu, pemerataan akses pendidikan, peningkatan mutu dan daya saing, tata kelola dan akuntabilitas publik dan juga pendidikan islami.

“Pelatihan bendahara SMA dan SMK yang kita laksanakan ini termasuk sebagai pilar ke tiga dalam pendidikan Aceh yaitu mewujudkan tata kelola dan akuntabilitas publik,” sebutnya menjelaskan.

Masih kata dia, pada tahun ini Pemeritah Aceh melalui Dinas Pendidikan sedang gencar-gencarnya mempersiapkan diri untuk melaksanakan amanat UU Nomor 23 Tahun 2014. Dimana pengelolaan pendidikan menengah, kejuruan dan luar biasa menjadi tanggungjawab provinsi.

“Beberapa persiapan penting yang sedang dilakukan hingga saat ini terkait dengan personil dan asset. Alhamdulillah untuk personil kita sudah selesai dan untuk penyerahan asset kita sudah masuk pada tahap rekonsiliasi data asset yang dimiliki provinsi dengan data asset yang dimiliki oleh kabupaten dan Kota,” katanya.

Menurutnya, persiapan lainnya yang tidak kalah penting adalah persiapan sumber daya manusia. Bukan hal mudah mengelola ribuan guru yang tersebar di ratusan sekolah dengan jutaan asset yang ada di daerah.

“Dibutuhkan tenaga-tenaga handal dan terlatih untuk mengelola itu semua. Salah satunya yang akan menjadi komponen kunci adalah bendahara, dimana bendahara menjadi sebuah komponen penting dalam tata anggaran,” tuturnya.    

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam rangka implementasi UU Nomor 23 Tahun 2014, peran bendahara terjadi perubahan orientasi. Banyak aturan dan rambu-rambu baru yang harus diketahui oleh para bendahara sekolah dalam pengelolaan dana.

“Jika sebelumnya sekolah berhubungan dengan dinas Pendidikan Kabupaten dan Kota. Namun, saat implementasi UU Nomor 23 Tahun 2014 maka bendahara secara penuh akan menjadi bagian dari Dinas Pendidikan Provinsi,” lanjut dia.

Kondisi ini, sambung dia tentu perlu disikapi secara seksama dengan melakukan koordinasi yang baik serta penyiapan informasi yang memadai salah satunya bagi bendahara dengan dilakukannya pelatihan bendahara SMA dan SMK tersebut.

“Kami berharap dengan dilaksanakannya pelatihan ini mampu memperkecil miskomunikasi antara kita semua serta yang paling penting dapat meningkatkan pengetahuan kita tentang tata kelola keuangan dengan baik, sehingga tata tata kelola dan akuntabilitas publik dapat tercapai,” sambungnya.

Sebelumnya panitia pelaksana pelatihan, Nailul Authar, dalam laporannya menjelaskan, tujuan utama dilaksanakannya kegiatan tersebut untuk penyampaian informasi serta pelatihan bagi para bendahara sekolah dalam rangka persiapan pengelolaan keuangan di sekolah.

“Sehingga terlaksananya tata kelola keuangan yang profesional sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” katanya menerangkan.

Nailul Authar menyebutkan, peserta kegiatan tersebut diikuti oleh 64 orang bendahara dari SMK dan 123 orang bendahara dari SMA. Untuk tahap ini, peserta yang telah hadir bendahara sekolah jenjang SMK.

“Pelatihan ini doilaksanakan selama lima hari untuk masing-masing gelombang. Gelombang pertama mulai 1 hingga 6 Desember 2016 dan gelombang dua mulai 6 hingga 11 Desember 2016. Dan dalam kesempatan ini kita juga menghadirkan para pemateri profesional dari Taspen, DJKN serta dari Dinas Pendidikan Aceh,” tutupnya menyebutkan. (*)

To Top