Lingkungan

BKSDA Jakarta dan Scorpion Relokasi 6 Siamang Untuk PPS Kalaweit

ACEHTERKINI.COM | Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta bersama Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group hari Selasa pagi (6 December 2016) memberangkatkan enam siamang (Symphalangus syndactylus) dari Jakarta ke Padang, provinsi Sumatera Barat, untuk selanjutnya menuju ke Pusat Reintroduksi Satwa (PPS) Kalaweit di Sumatera Barat. Keenam siamang tersebut direlokasi ke PPS Kalaweit untuk persiapan intensif sebelum dilepaskan ke habitatya di alam liar.

BKSDA Jakarta dan Scorpion Relokasi 6 Siamang  Untuk PPS Kalaweit
[ Foto Yayasan Scorpion Indonesia/acehterkini.com ]

Keenam satwa tersebut diberangkatkan dengan menggunakan pesawat penumpang Sriwijaya Air.
Keberangkatan satwa ini didampingi 2 Staf Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tegal Alur yang dikelola BKSDA Jakara, Mulyanto dn Buaiyah, dan Deputi Direktur Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group, Marison Guciano.

Keenam siamang tersebut sudah beberapa bulan berada di PPS Tegal Alur yang dikelola Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta.

Berdasarkan pemantauan Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group, keenam satwa dilindungi itu perlu persiapan yang intensif sebelum dikembalikan ke alam liar.

Scorpion meminta BKSDA Jakarta untuk secara bersama-sama mentranslokasi satwa tersebut ke PPS Kalaweit. Permintaan itu dikabulkan oleh BKSDA Jakarta.

BKSDA Jakarta dan Scorpion Relokasi 6 Siamang  Untuk PPS Kalaweit
[ Foto Yayasan Scorpion Indonesia/acehterkini.com ]

 “Kami dari Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group mengharapkan agar keenam satwa itu dapat mengikuti pelatihan dan perawatan kesehatan di Kalaweit sehingga pada akhirnya keenam satwa tersebut bisa memperoleh kesempatan kembali ke habitatnya di alam liar,” kata Direktur Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group,” Gunung Gea.

“Yang terpenting lagi, penangkapan dan perdagangan siamang harus dihentikan sekarang. Siamang adalah satwa dilindungi peraturan dan perundang-undangan Indonesia, dan tercatat pada IUCN Red List sebagai spesies terancam punah (Endangered) dengan trend populasi yang menurun,” tambah Gunung Gea.

Menurut Gunung Gea, penangkapan, peredaran dan perdagangan siamang perlu segera dihentikan untuk merubah trend populasi yang menurun menjadi trend populasi meningkat. Untuk itu perlu peningkatan penegakan hukum dan perlindungan habitat.

To Top