Kesehatan

7 Kecamatan di Abdya Rawan Penyakit Deman Berdarah

ACEHTERKINI.COM | Warga yang terjangkit Demam Berdarah Deungu (DBD) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terus bertambah. Diinformasikan banyak pasien yang tengah menjalani perawatan secara intensif di Rumah Sakit Umum Tengku Peukan (RSUTP) setempat. Data Dinkes Abdya menyebutkan ada tujuh kecamatan yang rawan penyakit DBD.

Salah seorang keluarga pasien di Desa Ujung Tanah, Kecamatan Lembah Sabil, mengaku kalau salah satu keluarganya baru saja keluar dari RSUTP Abdya setelah menjalani perawatan hampir satu minggu karena terjangkit DBD.

7 Kecamatan di Abdya Rawan Penyakit Deman Berdarah
Ilustrasi

“Bukan hanya saudara kami saja yang terkena DBD, masih ada 3 pasien lainnya berasal dari desa yang sama juga terkena penyakit serupa,” kata warga itu.

Kepala Bidang Pengendali Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan Abdya, Mulyadi SKM yang dimintai tanggapannya, Selasa (27/12/2016) membenarkan banyak masyarakat yang terkena DBD, akan tetapi pihaknya belum bisa memastikan angkanya. Namun, pihaknya masih terus melakukan pemantauan serta pendataan ulang terkait jumlah warga yang dinyatakan positif terjangkit DBD dari pihak RSUTP Abdya.

“Hari ini, petugas kami telah melakukan fogging di Desa Ujung Tanah, Kecamatan Lembah Sabil, tepatnya dilokasi rumah warga yang terkena DBD dengan radius 100 meter,” sebutnya singkat.

Data dari Dinkes Abdya menyebutkan dari 9(sembilan) kecamatan, hanya 7(tujuh) kecamatan yang rawan penyakit DBD, yakni Kecamatan Manggeng, Tangan-Tangan, Blangpidie, Susoh, Jeumpa, Kuala Batee dan Babahrot. Dari tujuh kecamatan tersebut, ada 18 desa yang sangat rawan di 25 titik lokasi dengan jumlah penderita sebanyak 49 orang.

Dr Suherdi SPPD di RSUTP Abdya, membenarkan ada sejumlah pasien yang sedang dirawat di rumah sakit akibat terjangkit DBD. Gejala yang dialami pasien bervariasi. Ada yang masih tahap awal, tahap mengkhwatirkan, bahkan ada yang memasuki masa kritis dan terpaksa harus dirujuk ke RSUZA Banda Aceh, untuk transfusi trombosit.

Transfusi trombosit lanjutnya, sangat dibutuhkan. Maka harus dirujuk ke RSUZA Banda Aceh, karena layanan kesehatannya lebih lengkap. “Kalau pasien yang masih gejala awal dan hanya mengalami bintik-bintik merah dan pendarahan di gusi, masih mampu kita tangani di Abdya, karena belum butuh transfusi trombosit,” ujarnya singkat. (Rizal)

To Top