Sosial

Skenario Besar Ancaman bagi Bangsa Kita

ACEHTERKINI.COM | Kondisi Indonesia dan global dari tahun ke tahun pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia. Banyak negara asing yang akan menguasai, memperebutkan kekayaan alam seperti di wilayah Afrika, Timur Tengah ekuator termasuk Indonesia.

Skenario Besar Ancaman bagi Bangsa Kita
Pangdam IM Mayjen TNI Tatang Sulaiman menyampaikan pandangannya di hadapan  para pimpinan pesanteren dan dayah,s e kabupaten Aceh Utara dan Lhoksmawe diaula Makodim Aceh Utara, Lhoksmawe. Sabtu (19/11/16). [ Foto: Dok. acehterkini.com 

Hal itu dikatakan Pangdam IM Mayjen TNI Tatang Sulaiman saat melakukan acara tatap muka dan silaturahmi dengan para pimpinan pesanteren dan dayah,s e kabupaten Aceh Utara dan Lhoksmawe diaula Makodim Aceh Utara, Lhoksmawe. Sabtu (19/11/16).

Pangdam menegaskan ada beberapa skenario besar terkait perspektif ancaman yang dihadapi Indonesia diantaranya adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia 2015 yang mencapai 5%, namun pada kenyataannya hanya pada angka 4.73%, 4.6% dan justru tidak tembus keangka 5%.

Jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi dunia, maka Indonesia berada diurutan ke delapan diatas Inggris dan Prancis. Posisi ekonomi global jatuh, harga minyak turun sesuai peak oil theory yang berakibatkan mengubah gaya hidup. Sehingga krisis ekonomi memicu depresi ekonomi, meningkatkan kejahatan (Konflik), hancurnya tatanan Masyarakat.

Salah satunya di kota Darwin yang memiliki 1.250 sampai 2500 personil Marinir Amerika Serikat. Jaraknya hanya 479 Km dengan Serwaru. Di situ ada Pulau Marsela dan Blok Masela.

Kemudian tambah Pangdam, masalah laut Tingkok selatan, hampir semua kapal-kapal yang ditangkap oleh Angkatan Laut, diantaranya tiga kejadian terakhir yang kawal oleh Coast Guard (penjaga pantai) Tiongkok. Mereka mengklaim wilayah pantainya, padahal berada di wilayah Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia. Filipina juga ikut mengklaim Laut Tiongkok Selatan melalui pengadilan Internasional, Pengadilan Arbitrase memenangkan, namun Tiongkok menolak keputusan tersebut.

Presiden Tiongkok Xi Jinping menegaskan bahwa kedaulatan wilayah dan hak Maritim Tiongkok di laut tidak akan dipengaruhi oleh keputusan tersebut.
Five Power Defence Arrangements (FPDA) pada tanggal 14 – 21 Oktober menggelar latihan besar-besaran dengan melibat 3000 personil, 71 pesawat tempur, 11 kapal tempur dan kapal selam. FPDA adalah hubungan pertahanan negara – negara Persemakmuran Inggris, yang meliputi Inggris, Australia, Selandia Baru, Malaysia dan Singapura.

Disamping itu, Pangdam juga menjelaskan tentang ancaman Narkoba, ada sebanyak 2% atau lebih kurang 5 juta penduduk Indonesia adalah pengguna narkoba. Setidaknya setiap tahun ada lebih kurang 15.000 orang meninggal dunia yang diakibatkan benda haram ini.

“Ini fenomena gunung es, data yang diperoleh dari Kepolisian dan BNN menunjukan ± 5,1 jt penduduk (2% dari jumlah penduduk Indonesia) menyalahgunakan narkoba, 15.000 jiwa meninggal setiap tahun. Ini sangat berbahaya, jumlah korban melebihi teroris lost generation (kehilangan generasi muda),” tegas Pangdam.

Kemudian Pangdam menguraikan tentang ancaman teroris, diantaranya munculnya kelompok ISIS, yang menguasai energi, karena ISIS punya kepentingan. Bisa diduga banyak warga Indonesia yang mengikuti pelatihan Militer, baik anak anak maupun orang dewasa.

“Mereka WNI rela membakar Paspor kewarganegaraanya demi bergabung dengan ISIS. Apabila di Suriah sudah tidak aman, maka mereka kembali ke daerah masing-masing melakukan khilafah. UU terorisme di Indonesia lemah dalam menangkap terorisme. Berbuat dulu baru ditangkap. Indonesia tempat paling nyaman bagi terorisme,” urainya.

Selain Pangdam IM menegaskan ada beberapa skenario besar terkait perspektif ancaman di atas, Pangdam juga menegaskan bagaimana cara mengatasi skenario besar tersebut.

“Kita harus menerapkan Bhineka Tunggal Ika pada semua elemen masyarakat, agar tetap menjunjung tinggi nasionalisme dan persatuan dengan memanfaatkan perbedaan menjadi kekuatan.”

“Saya mengharapkan kepada seluruh pimpinan pesantren/dayah agar dapat membantu dan berperan aktif mencegah hasutan, provokasi, adu domba terhadap rakyat dan bangsa, dan mengajak seluruh anak bangsa bersatu , berjuang dan bergotong royong demi keamanan, kedamaian dan kesejahteraan bangsa kita,” tutup Pangdam Iskandar Muda.

Turut hadir pada acara silahturahmi Danrem 011/LW, para Asisten Kodam, Danlanal Aceh Utara, para Kabalakdam, Forkopimda Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, Plt Walikota Lhokseumawe, Ketua MPU Aceh Utara, Ketua MPU Lhokseumawe, para Pimpinan Pondok Pesantren/Dayah Se Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, unsur jajaran para Danramil wilayah Kodim Aceh Utara.

To Top