Hukum

Senin, AZAN Laporkan Kembali Adi Laweung ke Panwaslih dan Polda Aceh

ACEHTERKINI.COM | Calon Gubernur Aceh, Zaini Abdullah yang diwakili oleh Juru Bicara Tim AZAN, Fauzan Febriansyah dan sepuluh Kuasa Hukum Tim AZAN yang sudah diberi kuasa oleh Zaini Abdullah untuk melaporkan Juru Bicara Partai Aceh, Suadi Sulaiman atau sering disapa Adi Laweung) ke Polda Aceh, Jumat (18/11/2016).

Senin, AZAN Laporkan Kembali Adi Laweung ke Panwaslih dan Polda Aceh
Juru Bicara Tim AZAN, Fauzan Febriansyah [ Foto: Dok. acehterkini.com ]

Namun sayangnya, SPKT Polda Aceh tidak menerima alias menolak laporan dari Tim AZAN tersebut, dan SPKT Polda Aceh mengarahkan untuk terlebih dulu melaporkan ke Panwaslih Aceh. Sebagai juru bicara mewakili Zaini Abdullah, Fauzan Febriansyah mengatakan dalam laporan tadi yang menurutnya dan menurut Zaini Abdullah yang nama baiknya dicemarkan, oleh juru bicara Partai Aceh, Adi Laweung pada kampanye 12 November 2016 lalu di Kota Sabang.

“Dan hari ini laporan kita ditolak oleh Polda Aceh. Jadi, pernyataan saudara Adi Leweung yang mengatakan bahwa ‘Aceh pada gubernur sebelumnya, Irwandi Yusuf dan Zaini Abdullah bukan rahmat tapi laknat’’ kami anggap kata-kata laknat itu adalah sebagai penghinaan, pencemaran nama baik, perbuatan yang tidak menyenangkan, sekaligus menebar kebencian maka itu kami mengawali langkah hukum untuk melaporkan saudara Adi Laweung ke Polda Aceh, jadi bukan dalam kaitan melaporkan kampanyenya Partai Aceh atau kampanyenya juru bicara Partai Aceh, bukan,” kata Fauzan dalam konferensi pers tadi.

Dikatakan Fauzan, akan tetapi yang dilaporkan oleh mereka Adi Laweung, yang merupakan melakukan tindak pidana umum. Katanya, bagi mereka ketika SPKT Polda Aceh menolak laporan dan mengarahkan mereka agar terlebih dahulu ke Panwaslih, karena ini dianggap tindak pidana Pemilu.

“Kami tentu tidak ingin bersebarangan dengan Polda Aceh, saya ulangi Tim AZAN tidak ingin bersebrangan dengan Polda Aceh. Kami fokus saja pada proses hukum saudara Adi Laweung karena itu menghargai polda Aceh dan kemudian kami melaporkan ke Panwaslih. Ketika di Panwas pun tidak seorang pun komisioner, di awal pertemuan kami sempat mengkritik, ini kalau ibarat reng bola udah jebol gawang ini, karena satu orang pun tidak ada. Akhirnya kita terima dari Tim Azan dan tim penasehat hukum kita hanya terima surat tanda terima pelaporan,” kata Fauzan.

Kepada Panwaslih dan Polda Aceh, Tim Azan kata Fauzan juga menyerahkan dokumen cetak berita salah satu media online dengan judul Jubir PA: Irwandi dan Zaini Abdullah Laknak Bagi Rakyat Aceh, dan juga termasuk rekaman suara yang sudah dimuat di salah satu media online.

“Kita juga sudah siapkan saksi-saksi, ada banyak orang yang melihat kejadian tersebut. Jadi sudah memenuhi dua unsur, saksi dan alat bukit kita sudah cukup, dan kita juga sudah pilah-pilah mana laporan yang kita laporkan ke Polda, yaitu menyangkut pribadi Zaini Abdullah, jadi sejarusnya bagi kita Polda Aceh menerima terlebih dahulu karena ibarat orang kemalingan ayam, kan pelaporan di terima dulu,” kata Fauzan.

Selain itu melaporkan Adi Laweung, Tim AZAN juga melaporkan juga puluhan akun media sosial, facebook dan instagram yang sesuai dengan undang-undang ITE dan sesuai juga dengan surat edaran dari Kapolri tentang penyebaran kebencian. Katanya mereka sudah juga menyiapkan bukti-bukti lengkap, nama akun, foto akun, foto kebenciannya.

“Sudah kita screenshoot dan juga kita akan laporkan ke Panwaslih. Akun-akun ini semua akun-aku asli, hanya satu dari puluhan akun yang akun palsu yang sudah kita invetarisir dan itu yang akan kita laporkan ke panwaslih supaya ini ditindak. Karena memang kita anggap potensi pelanggaran hukum dalam pilkada ini itu tinggi. Maka Senin akan kita laporkan kembali, kita juga siapkan tim hukum yang banyak dan juga solid dan kuat,” pungkas Fauzan.

To Top