Sosial

Plt Wali Kota Banda Aceh Pimpin Apel Kebhinekaan Cinta Damai, Ini Pesannya

ACEHTERKINI.COM | Peringatan Hari Pahlawan merupakan momen yang tepat bagi seluruh warga Kota Banda Aceh sebagai bagian dari NKRI yang terdiri atas beragam suku, ras, budaya, agama, bahkan berbeda pendapat, untuk membuktikan kepada siapapun yang berniat memecah belah bangsa kita dengan kepentingan apapun, bahwa kita tak tergoyahkan.

Hal tersebut disampaikan Plt Wali Kota Banda Aceh Hasanuddin dalam amanatnya saat menjadi inspektur upacara Apel Besar Kebhinekaan Cinta Damai di halaman Mapolresta Banda Aceh, Selasa (15/11/2016). “Perbedaan akan membuat kita semakin kuat, semakin kaya, dan semakin memahami banyak hal,” katanya.

Mengangkat tema ”Melalui Hikmah Hari Pahlawan ke-71 2016, Kita Tingkatkan Kesadaran dan Partisipasi Masyarakat Guna Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan NKRI yang Kokoh”, upacara yang digelar serentak di seluruh Indonesia ini diikuti oleh segenap unsur Forkopimda, para tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan Ormas dan OKP, pelajar serta elemen masyarakat lainnya.

Melalui kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh warga Kota Banda Aceh untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. “Jangan sampai perbedaan kita digunakan sebagai alat untuk memecah belah dan membuat kehancuran bagi bangsa kita sendiri,” katanya lagi.

Kita harus tunjukkan generasi muda Indonesia adalah generasi yang kuat dan mampu mempertahankan keutuhan NKRI yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan dan tidak menjadikan perjuangan mereka sia-sia. “Walaupun kita terdiri dari beragam suku bangsa dan agama, kita tetap memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yang menjadi perekat bagi rakyat Indonesia dalam menggalang persatuan dan kesatuan bangsa.”

 Plt Wali Kota Banda Aceh Pimpin Apel Kebhinekaan Cinta Damai, Ini Pesannya

Memasuki tahapan Pilkada seperti saat ini, sambungnya, sejatinya perbedaaan pendapat dan pilihan merupakan bagian dari proses pembelajaran dan upaya untuk maju. “Hargailah perbedaan tersebut agar kota kita memiliki banyak pemikiran kreatif sehingga kita dapat menjadi bangsa yang lebih maju dan mampu secara utuh melindungi NKRI.”

“Mari kita bersama-sama berkontribusi, baik di dalam mengawasi maupun ikut serta dalam proses Pilkada 2017 yang aman, damai, jujur, adil, berkualitas serta bermartabat. Dengan dukungan bersama, kita jadikan Pilkada Kota Banda Aceh sebagai contoh dan barometer sebuah Pemilu yang baik,” ajaknya.

“Mari kita bekerjasama membangun Ibukota Provinsi Aceh ini menjadi kota yang membanggakan kita semua dan menjadi contoh bagi kota-kota lainnya. Semoga Ikrar Kebhinekaan Cinta Damai yang telah sama-sama kita ucapkan tadi, akan mejadi kekuatan terbesar kita untuk melindungi bangsa kita dari segala cobaan perpecahan,” pungkasnya.

Sebelumnya di tempat yang sama, unsur Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat Kota Banda Aceh mengucapkan dan menandatangani Ikrar Kebhinekaan Cinta Damai yang memuat lima poin utama. Ikrar tersebut berbunyi:

Ikrar Kebhinekaan Cinta Damai

  1. Pada hari ini, Selasa 15 November 2016, Kami masyarakat Kota Banda Aceh berikrar:
  2. Sanggup untuk menjaga persatuan dan kesatuan serta keutuhan NKRI dengan menciptakan suasana damai dan saling menghargai perbedaan dan keyakinan sesuai dengan ajaran agama masing-masing;
  3. Sanggup untuk menjunjung tingi sikap bertoleransi dengan menjaga kerukunan dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara serta bermasyarakat di Kota Banda Aceh berdasarkan Pancasila dan UUD 1945;
  4. Menolak segala bentuk paham radikalisme, terorisme, anti Pancasila dan intoleransi terhadap umat beragama yang dapat mengancam serta menimbulkan perpecahan di kalangan masyarakat Kota Banda Aceh;
  5. Siap mendukung pelaksanaan Pilkada 2017 yang damai, jujur, adil, dan bermartabat;
  6. Mengedepankan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi atau golongan.

(Jun)

To Top