Sosial

Peringatan Hari Pahlawan di Abdya Terkesan Seremoni Belaka

ACEHTERKINI.COM | Peringatan Hari Pahlawan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terkesan tidak semangat dan spertinya hanya seremonial belaka. Pasalnya, jumlah peserta yang hadir saat mengikuti apel di hari bersejarah itu tergolong cukup minim.

Peringatan Hari Pahlawan di Abdya Terkesan Seremoni Belaka
Suasana peringatan hari pahlawan di Abdya. Peserta apel terlihat cukup minim, bahkan suasana Apel Peringatan Hari Pahlawan di Lapangan Persada, Blangpidie itu terlihat hanya sebagai simbolis semata, Kamis (10/11). [ Foto: Rizal ]

Sehingga ada sejumlah organisasi menilai kalau pelaksanaan hari pahlawan di Abdya itu terkesan hanya seremoni dengan apel semata, padahal masih banyak kegiatan lain yang dapat menciptakan animo masyarakat agar mengenang kembali jasa-jasa para pahlawan dalam berjuang untuk kemerdekaan bangsa Indonesia.

Apel dipimpin oleh Plt Sekda Abdya Drs Thamren yang berlansung di Lapangan Persada, Desa Keude Siblah, Blangpidie itu, mendapat sorotan dari Ketua Forum Komunikasi Putra dan Putri Purnawirawan TN/Polri Indonesia (FKPPI) Abdya, Teuku Rinaldi. Menurutnya, jalannya pelaksanaan apel tersebut terlihat tidak mencerminkan semangat menghargai jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Meskipun dalam pelaksanaan apel berjalan dengan mulus, namun semangat dalam memperingati hari pahlawan terkesan biasa saja.

Salah satu bukti kurang semangat terlihat dari jumlah peserta yang hadir. Jika dibandingkan dengan apel peringatan hari-hari bersejarah lainnya, apel hari pahlawan ini justru dilaksanakan dengan jumlah peserta yang minim.

“PNS di Abdya cukup banyak, tapi kenapa jumlah peserta dari PNS yang mengikuti apel sangat sedikit. Ini menandakan bahwa nilai kepahlawanan tidak tertanam dalam diri aparatur pemerintah di Abdya,” tuturnya.

Harusnya, dalam memperingati hari pahlawan saat ini, Pemkab Abdya melalui instansi terkait mesti melibatkan beberapa unsur komunitas agar semarak kepahlawanan itu terlihat di Abdya. “Semestinya dibuat semacam teaterikal, agar animo masyarakat untuk melihat akan tinggi. Kalau seperti ini hanya apel biasa saja,” ujar Rinaldi.

Meskipun begitu, pihaknya berharap agar jasa para pahlawan itu tidak hanya sekedar diperingati dengan apel semata, mestinya dikemas dalam bentuk acara seremoni lainnya yang bisa membuat masyarakat tersentuh untuk mengingat kembali jasa para pahlawan.

Amatan dilapangan, Plt Sekda Drs Thamren membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia (RI) Khofifah Indar Parawansa. Dalam kutipan amanat itu, Mensos RI menyampaikan, Peringatan Hari Pahlawan harus mampu menggali apinya, bukan abunya. Dengan meminjam ungkapan Bung Karno, semangat kepahlawanan itu adalah semangat rela berjuang, berjuang mati-matian dengan penuh idealisme dengan mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi.

Semangat Kepahlawanan adalah semangat persatuan, persatuan yang bulat-mutlak dengan tiada mengecualikan sesuatu golongan dan lapisan. Semangat Kepahlawanan adalah semangat membentuk dan membangun negara.

Para Pahlawan Kusuma Bangsa mengajarkan arti penting perjuangan, ketabahan dan harapan. Bahwa barang siapa yang ingin memiliki mutiara harus kuat menahan nafas, dan berani terjun menyelami samudera yang sedalam-dalamnya.

“Itulah jiwa patriotisme progresif yang harus kita kobarkan dalam menghadapi tantangan dan persoalan pembangunan hari ini,” ujar Mensos RI dalam amanat yang dibacakan Plt Sekda Drs Thamren pada apel hari pahlawan di Lapangan Persada. (Rizal)

To Top