Sosial

Penegasan Pangdam Tentang Prespektif Ancaman Bangsa

ACEHTERKINI.COM | Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Tatang Sulaiman mengatakan situasi dan kondisi Indonesia dan dunia global dari tahun ke tahun, pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi sangat berpengaruh terhadap kehidupan umat manusia.

Kondisi ekonomi dunia saat ini banyak negara asing yang akan menjadi ancaman untuk menguasai atau memperebutkan kekayaan alam seperti di wilayah Afrika, timur tengah dan wilayah di ekuator termasuk Indonesia.

Penegasan Pangdam Tentang Prespektif Ancaman Bangsa
Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Tatang Sulaiman bersama Ulama Kharismatik Aceh Abu Kuta Krueng di BTU Kodam Iskandar Muda, Banda Aceh. Jum’at (11/11/2016).

Hal itu dikatakan Pangdam saat melakukan acara tatap muka dan silaturahmi dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat dan pimpinan daerah Se – Aceh Besar di BTU Kodam Iskandar Muda, Banda Aceh. Jum’at (11/11/2016).

Pangdam menegaskan ada enam perspektif ancaman yang dihadapi bangsa Indonesia di masa depan :

Pertama, pertumbuhan ekonomi Indonesia

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2015 mencapai 5 %, sebenarnya kenyataan hanya mencapai 4.73, 4.6 % kecil tidak mencapai 5 %. Dibandingkan pertumbuhan ekonomi dunia, kita termasuk urutan ke delapan diatasnya Inggris dan Prancis. Posisi dunia ekonomi jatuh, kemudian harga minyak itu turun, sesuai dengan peak oil theory yang berakibat merubah dratis gaya hidup. Krisis ekonomi memicu depresi ekonomi, meningkatkan kejahatan (Konflik), hancurnya tatanan Masyarakat, ini dinamakan kompetisi Global dan harus diwaspadai.

Menurut Pangdam, di Darwin ada 1250 sampai 2500 personil Marinir Amerika Serikat. “Darwin jaraknya hanya 479 Km dengan Serwaru. Di situ ada Pulau Marsela dan Blok Masela,” papar Pangdam.

Kedua, masalah laut Tingkok selatan

Menurut Mayjen TNI Tatang Sulaiman, hampir semua kapal-kapal yang ditangkap oleh Angkatan Laut, terutama tiga kejadian terakhir, dikawal oleh Coast Guard (penjaga pantai) Tiongkok. “Mereka mengklaim itu pantainya, padahal berada di wilayah Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia,” tegas Pangdam.

Belakangan, sambung Pangdam, Filipina mengklaim Laut Tiongkok Selatan melalui pengadilan Intenasional. Dan tanggal 12 Juli lalu, Pengadilan Arbitrase memenangkan klaim Filipina. Tetapi Tiongkok menolak klaim itu. Presiden Tiongkok Xi Jinping menegaskan bahwa kedaulatan wilayah dan hak Maritim Tiongkok di laut tidak akan dipengaruhi oleh keputusan dengan cara apapun. “Ini potensi konflik di sekitar kita,” tegas mantan Kapuspen TNI.

Ketiga, manuver Five Power Defence Arrangements (FPDA)

Tanggal 14-21 Oktober, FPDA menggelar latihan besar-besaran dengan melibat 3000 personil, 71 pesawat tempur, 11 kapal tempur dan kapal selam.

FPDA adalah hubungan pertahanan negara-negara Persemakmuran Inggris, yang meliputi Inggris, Australia, Selandia Baru, Malaysia dan Singapura. Kesepakatan yang dibuat tahun 1971 itu menegaskan bahwa kelima negara akan saling bantu jika ada serangan dari luar terhadap Malaysia, Singapura, Australia dan Selandia Baru.

Keempat, ancaman Narkoba

Menurut Pangdam, sebanyak 2 persen atau 5 juta penduduk Indonesia terkena narkoba. Setiap tahunnya ada 15.000 orang meninggal karena obat terlarang itu. Dan itu fenomena gunung es. Pasti angkanya lebih besar. Dari laporan Kepolisian dan BNN di tahun 2016 data dari BNN ± 5,1 jt penduduk (2% dari jumlah penduduk indonesia) menyalahgunakan narkoba, 15.000 jiwa meninggal setiap tahun. Ini sangat berbahaya, jumlah korban melebihi teroris lost generation (kehilangan generasi muda).

Mayjen TNI Tatang Sulaiman menceritakan dampak narkoba pada sebuah bangsa dengan merujuk pada perang candu antara Tiongkok dengan Inggris dan Perancis. Dalam perang tersebut, Tiongkok kalah.

“Rakyat dan tentaranya kena candu, akhirnya kalah. Harus menggadaikan Hongkong dan Taiwan,” jelas Pangdam.

Kelima, ancaman terorisme

Pangdam mengatakan ancaman teroris dengan terbentuk karena adanya ISIS, terkait masalah energi, ISIS juga punya kepentingan diikuti Indonesia. Kemungkinan banyak warga Indonesia yang mengikuti ISIS dengan mengikuti pelatihan Militer baik anak maupun orang tuanya kemungkinan adanya dana dari luar, mereka rela membakar Faspor kewarganegaraanya demi mengikuti ISIS. Mayoritas mereka bekas Narapidana. Rekap napi & mantan napi 242 napi (70 lapas & 2 rutan) 183 mantan napi 84 mantan teroris 107 keluarga 71 jaringan Yayasan. Contohnya kejadian di Poso, sebagai pusat sasaran kegiatan mereka.

Pangdam mengatakan, teroris yang dituding mendalangi serangan Sarinah awal Januari lalu: “Apabila di Suriah sudah tidak aman, maka kembali ke daerah masing-masing melakukan khilafah. Dengan apapun kamu melakukan. Tidak lama kemudian, di Perancis menggunakan bus menabrak. Pendeta ditusuk pisau,” ujarnya.

Masalahnya, UU terorisme di Indonesia lemah dalam menangkap terorisme. Berbuat dulu baru ditangkap. “Indonesia tempat paling enjoy bagi terorisme,” tandasnya.

Keenam, persaingan ekonomi

Pangdam merujuk pada pertumbuhan ekonomi Indonesia yang pesat, PDB Indonesia yang urutan ke – 8 dunia, kepercayaan konsumen yang tinggi, dan dampak dari program amnesti pajak secara Ekonomi dengan 2.842.241. Dan sebagai kekuatan ekonomi besar, Indonesia berpotensi untuk digoyang.

Pangdam Iskandar Muda menekankan beberapa hal, menghadapi Kompetisi Global semua elemen bangsa harus bersatu, mewujudkan bangsa yang pemenang, mudah – mudahan ekonomi meningkat dan masyarakat sejahtera, bisa disosialisasikan dengan masyarakat dan para santri.

Pahami disekeliling kita ada enam ancaman melalui ekonomi, Narkoba, teroris dan angkatan perang dari negara tetangga, bahkan bisa bersamaan masuk, negara luar tidak ingin kita besar dan maju. Mereka ingin kita hancur tapi tidak bisa hancur, mau maju sedikit hancurkan,” tegas Pangdam.

Turut hadir Irdam, para Asisten, para Kabalak, Dandim 0101/BS, Bupati Aceh Besar, Kadistan Prov Aceh, Kepala Bappeda Aceh, Ketua Forkab Aceh, yang mewakili Walikota Banda Aceh, Prof Azman Ismail Imam Mesjid Raya, para Tengku serta Abu karismatik, dan para Camat se- Aceh Besar, Kepala Kantor Agama wilayah Aceh.

To Top