Sosial

Pegiat Pers Mahasiswa se-Indonesia Belajar Jurnalisme Wisata di Aceh

ACEHTERKINI.COM | Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers DETaK Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh menggelar pelatihan jurnalistik tingkat lanjut nasional (PJTLN) yang akan diikuti pegiat pers mahasiswa dari sejumlah kampus di Indonesia.

Pegiat Pers Mahasiswa se-Indonesia Belajar Jurnalisme Wisata di Aceh
Ilustrasi [ Foto: okezone ]

Acara bertema “Jurnalisme Wisata” akan dipusatkan di Banda Aceh dan Sabang pada 14-19 November 2016. Selain ajang silaturahmi antar pegiat pers mahasiswa, pelatihan itu juga sebagai ajang meningkatkan kapasitas wartawan kampus terutama dalam menggali isu pariwisata.

Sekretaris Panitia PJTLN, Andi Fahreza mengatakan, kegiatan tersebut dapat mendorong peserta menggarap potensi wisata yang melimpah di Indonesia. Peserta juga diajak mengenal potensi wisata Aceh khususnya Sabang.

Peserta akan disuguhi tentang jurnalisme wisata, mulai dari teknik fotografi, videografi, menggali potensi dan menulis pariwisata. Pematerinya di antaranya Dhandy Dwi Laksono jurnalis Ekspedisi Indonesia Biru yang juga pendiri rumah produksi Wacthdoc, Davi Abdullah wartawan TV, dan fotografer Syahrol Rizal.

“Setelah mendapat materi mereka akan lansung praktik atau simulasi liputan,” kata Andi, Selasa (8/11/2016). Sementara itu Pemimpin Umum UKM Pers DETaK Unsyiah, Masridho Rambey mengatakan, pelatihan jurnalistik tingkat lanjut bertujuan untuk merangkul pegiat pers mahasiswa seluruh Indonesia.

“Ini juga upaya kita dalam meningkatkan kapasitas dan kemampuan pegiat pers mahasiswa,” jelasnya.

Pers mahasiswa berperan penting dalam mendorong perubahan di Indonesia sejak era kemerdekaan hingga reformasi.

Saat ini pers mahasiwa diajak ikut menggarap potensi wisata di Indonesia yang belum terjamah media mainstream, sehingga bisa menarik kunjungan turis dan berimbas pada peningkatan ekonomi masyarakat.

Menurut Masridho, hal itulah yang mendorong pihaknya memilih tema jurnalisme wisata dalam pelatihan tersebut. Bahkan media pers mahasiswa Unsyiah DETaK sendiri kini membuka kanal khusus travel yang berisi konten berita pariwisata.

“Jadi kami berpikir langkah ini baik untuk menambahkan pemahaman tentang jurnalisme wisata,” ujarnya. [ okezone.com ]

To Top