Sosial

PAKAR Aceh Launching Tim Pemantau PILKADA dan gelar Diskusi Publik

ACEHTERKINI.COM | Banda Aceh. 03 November 2016. Pusat Analisis Kajian dan Advokasi Rakyat (PAKAR) Aceh melaunching logo tim PAKAR Pemantau PILKADA sekaligus menggelar diskusi publik di The Student Kupi Lamnyoeng Banda Aceh jam 14.00 waktu setempat.

PAKAR Aceh Launching Tim Pemantau PILKADA dan gelar Diskusi Publik
Tim Pakar[ acehterkini ]

Acara yang di mulai dengan launching dan pembacaan ikrar seruan PILKADA damai itu bertemakan “Bagaimana Kontrol dan Peran Elemen Sipil Dalam Mengawasi Tindak Kekerasan di PILKADA Aceh 2017” tersebut menghadirkan nara sumber dari Komosi Independen pemilihan (KIP) Aceh dan KAPOLDA Aceh.

Junaidi Ahmad, SAg. MH selaku Komisioner KIP dalam paparannya, bahwa elemen sipil juga punya hak terlibat langsung dalam pengawasan PILKADA salah satunya lewat lembaga-lembaga pemantau PILKADA. Secara umum peran masyarakat dalam mengawasi PILKADA sangat menentukan kualitas dari penyelenggaraan pemilu.

Disamping itu AKP Sudiarto, SH perwakilan POLDA Aceh selaku pemateri dua mengatakan Untuk saat ini kita dari POLDA Aceh sudah memetakan daerah-daerah mana saja yang rawan konflik namun itu bisa berubah-rubah yang jelas kita sudah sangat siap. Dan seterusnya ini juga merupakan tanggaung jawab kita bersama jika memang kita taat dan beriman Insyaallah tidak akan ada hal-hal yang perlu ditakutkan karna itu semua kembali kepada diri kita masing-masing.

Musafir selaku ketua tim PAKAR Pemantau PILKADA menjelaskan. Kegiatan ini kita gelar terutama sekali bertujuan memberikan pemahaman kepada publik bahwa peran masyarakat sangat berpengaruh dalam melahirkan pemimpin yang baik dan berkualitas di PILKADA ini. Masyarakat harus tau aturan dan prosedur supaya tidak terjadi salah paham atau simpang siur dengan penyelenggara primer maupun sekunder yang berujung pada kekerasan atau bahkan di manfaatkan oleh pihak tertentu untuk kepentingan merusak jalannya pesta demokrasi di Aceh khususnya.

Acara tersebut di hadiri oleh puluhan peserta di antaranya perwakilan Lembaga Swadaya Mayarakat (LSM), Ormas dan perwakilan BEM dan mahasiswa. Serta masyarakat kota Banda Aceh dan Aceh besar.

To Top