Peristiwa

LAPMI Kota Jantho Kecam Pemukulan Mahasiswa di Akper Fakinah

ACEHTERKINI.COM | Di era baru pendidikan Indonesia yang semakin ‘maju’ saat ini, semakin banyak saja potret-potret miris yang kita temui dalam praktek pendidikan, khususnya pada pendidikan tinggi.

Beberapa waktu lalu, kita digemparkan oleh kabar miris dari Akademi Keperawatan Teungku Fakinah Banda Aceh mengenai ‘pemukulan’ yang dilakukan di lingkungan kampus tersebut.

Direktur LAPMI HMI Cabang Kota Jantho, Zoel Fahmi [ acehterkini.com ]

Sungguh ironis, kampus yang seharusnya menjadi rahim yang melahirkan generasi-generasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral kolektif masyarakat, dan menjadi pelaksana terwujudnya cita-cita pendidikan kita, justru menjadi tempat mereproduksi budaya-budaya premanistik yang mencoreng habis wajah pendidikan di Indonesia, Khususnya di Aceh.

Diakui Direktur LAPMI HMI Cabang Kota Jantho, Zoel Fahmi dalam rilis yang diterima redaksi, aksi pemukulan terhadap beberapa mahasiswa oleh oknum yang tidak dikenal Selasa (22/11/), merupakan bentuk arogansi yang tak dapat ditoleril dan harus dimusnahkan dari muka bumi.

Terlebih pemukulan dan pengancaman oleh oknum tersebut dilakukan kepada para mahasiswa yang menjadi satu-satunya aset paling berharga bangsa Indonesia.

“Kami sangat menyayangkan sikap arogan oknum yang memukuli dan mengancam para mahasiswa dengan leluasa dilingkungan kampus, bahkan Satpam dan seluruh Civitas Akademika seolah-olah kehilangan taring tak punya kekuatan apapun untuk menghentikan aksi tersebut,” ujarnya.

Atas kejadian ini, Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI) HMI Cabang Kota Jantho menyatakan sikap, pertama, mengecam tindak kekerasan oknum yang melakukan pemukulan dan pengancaman terhadap mahasiswa di lingkungan kampus Akademi Keperawatan Teungku Fakinah.

Kedua, menuntut agar  pihak kampus bertanggung jawab atas tindak kekerasan oknum yang melakukan pemukulan dan pengancaman terhadap mahasiswa di lingkungan kampus Akademi Keperawatan Teungku Fakinah Serta tidak menutup-nutupi dan melindungi siapa pelaku yang terlibat daa aksi.

Ketiga, menuntut agar Polisi segera memproses hukum pelaku yang melakukan pemukulan dan pengancaman terhadap para mahasiswa Akademi Keperawatan Teungku Fakinah.

Secara bersamaan, Ketua BEM Akper Fakinah, Amrinul Hasan berharap Polisi dapat bekerja secara profesional tanpa memandang bulu sehingga tidak timbul stigma negatif terhadap polisi dimata masyarakat.

“Itulah yang harus diselidiki oleh Polisi. Namun, setelah laporan kami hari Selasa (22/11) sampai saat ini Polisi belum turun tangan sehingga membuat mahasiswa trauma dan was-was apabila sedang berada dikampus karena sewaktu-waktu oknum tersebut bisa datang dan melakukan pemukulan lagi”, Ujarnya

To Top