Sosial

Hafsah Kritis Saat Melintas di Jembatan Meunasah Tengah

ACEHTERKINI.COM | Hafsah (49) warga Desa Ujung Tanah, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), dilaporkan kritis setelah terjatuh dari sepeda motor yang dikendarai adiknya Upik (38) ketika melintas di Jembatan Box, kawasan Desa Meunasah Tengah, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten setempat, Senin (14/11/2016).

Karena terbentur sangat keras dibagian kepala, maka Hafsah terpaksa harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Tengku Peukan (RSUTP) Abdya setelah sempat ditangani sementara di Puskesmas Manggeng.

Ilustrasi

Berdasarkan informasi, Hafsah terjatuh dari sepeda motor jenis Vario saat berboncengan dengan adiknya. Mereka berdua baru saja berbelanja dari Pasar Pagi, Desa Kedai, Kecamatan Manggeng untuk keperluan acara resepsi pernikahan adik mereka yang paling bungsu.

Saat melintasi jembatan Box di Meunasah Tengan, pegangan Hafsah terlepas lalu terjatuh dan kepalanya mengenai lantai jembatan yang terbuat dari semen, sehingga Hafsah mengalami pendarahan dari dalam telinga.

Saat ditolong oleh warga, Hafsah sudah tidak sadarkan diri.“Tidak sampai 15 menit di Puskesmas Manggeng, ibu langsung kita larikan ke RSUTP, karena pendarahan dari telinganya tak kunjung berhenti,”kata Nurul, salah seorang keluarga korban.

Upaya perawatan medis di IGD RSUTP Abdya, juga tidak mampu menghentikan pendarahan dari telinga Hafsah. Hafsah juga tak kunjung sadar dari pingsannya. Pihak medis menyarankan agar segera di rujuk ke RSUZA Banda Aceh.

Dari pengakuan Upik, kakaknya jatuh saat sepedar motor melintasi jembatan Desa Meunasa Tengah. Dimana katanya, ketinggian jembatan tersebut, diketahui melebihi ketinggian rata-rata jembatan dari badan jalan.

Sehingga, saat sepeda motor, mobil dan kenderaan lainnya menaiki jembatan itu, jadi tersentak. Jika tidak hati-hati, pengendara maupun yang membonceng bisa jatuh seperti kejadian yang menimpa kakaknya hari itu.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Abdya, Afrida Surya ST yang dimintai tanggapannya terpisah, Selasa (15/11/2016) mengatakan, kalau jembatan tersebut dibangun melalui dana Desa. Pihak desa sudah pernah memberitahukan pihaknya secara lisan, untuk minta izin membongkar jembatan lama, guna dibangun jembatan baru di lokasi itu.

Penggunaan dana desa dalam pembangunan jembatan itu, lanjut Afrida, hanya dibantu tenaga tekhnis dari sumber dana. Tenaga tekhnis PU Abdya tidak dilibatkan. Sehingga pihaknya mengaku tidak tahu persis bagaimana sistem dan corak pembangunan jembatan itu.

“Kita akan turun ke lokasi, mengecek model bangunan jembatan itu. Apalagi, kami sudah sering dapat laporan, jembatan itu sudah banyak makan korban,” demikian tutupnya. (Rizal)

To Top