Hukum

GEMA Demo di depan Mapolda Aceh Desak Polri Segera Tangkap Ahok.

ACEHTERKINI.COM |  Aksi demo Ahok kembali dilakukan. Selasa kemarin Massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan berunjuk rasa di depan Mapolda Aceh.

GEMA Demo di depan Mapolda Aceh Desak Polri Segera Tangkap Ahok.
Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebasan melakukan aksi di halaman Mapolda Aceh, menuntuk Polri segera menangkap Ahok, Selasa (8/11/2016). 

Mereka mendesak Polri segera menangkap Ahok, atas dugaan penistaan Alquran, Surat Al Maidah Ayat 51 dan menghina ulama.

Dalam orasinya para pengunjuk rasa meminta pemerintahan Jokowi jujur, tegas dan tidak terkesan melindungi Ahok.

“Pak Jokowi lambat merespon sikap umat Islam, sehingga memunculkan kecurigaan besar bahwa Ahok sedang dilindungi dan seolah-olah Ahok itu kebal hukum,” kata koordinator Aksi, Syakirin.

Ia menambahkan, walau Ahok telah memohon maaf, namun hal itu tidak menjadikan Ahok terbebas dari hukuman.

“Bukti atas penistaan agama yang dilakukan telah cukup mengantarkan Ahok menjadi tersangka. Tangkap Ahok! Penjarakan Ahok!,” serunya.

“Kasus dugaan penistaan agama yang buktinya telah jelas, namun Ahok dibiarkan bebas dan lolos, maka tudingnya tidak diragukan lagi, rezim pemerintahan saat ini sedang melindungi Ahok.” Tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Banda Aceh, Ambia Dianda, dalam siaran pers yang diterima Serambi kemarin mempertanyakan pada pihak kepolisian soal penangkapan Ami Jaya, Sekretaris Jenderal (Sekjend) HMI Pusat di gedung Sekretariat PB HMI Jalan Sultan Agung No 25 A, Jakarta, sekitar pukul 00:30 WIB, Selasa (8/11) dini hari yang dikaitkan dengan aksi damai 4 November 2016 lalu.

“Ini sangat disayangkan karena penangkapan dilakukan dini hari, mestinya diselesaikan secara baik-baik kalau dikaitkan dengan aksi unjuk rasa 4 November itu,” katanya.

Dituliskan juga, ditengah situasi negara seperti ini, polisi seharusnya jangan gegabah dalam bertindak menyelesaikan masalah dengan menambah masalah baru. Terkait kasus Ahok harus dilihat secara substantive, jangan ada pengalihan isu.

To Top