Sosial

Fatwa Sesat Belum Jelas Bupati Abdya Nilai MPU Aceh Lamban

ACEHTERKINI.COM | Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Provinsi Aceh dinilai lamban dan terkesan tidak serius dalam menangani persoalan dugaan aliran sesat yang terus beraktifitas di kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

“Sejauh ini MPU Aceh belum mengeluarkan fatwa apapun terkait dugaan aliran sesat di Kabupaten Abdya, sehingga kita menilai kalau MPU Aceh terkesan tidak serius dan sangat lamban dalam mengambil sikap,” kata Bupati Abdya Jufri Hasanuddin dalam jumpa pers di Kantor Bupati setempat, Kamis (24/11/2016) jelang sore.

Bupati Jufri didampingi Kepala Kejaksaan Abdya, Abdur Kadir SH MH dan Ketua MPU Abdya, Abu Dahlan, meminta MPU Aceh untuk segera mempelajari dan meneliti persoalan tersebut. Sehingga lahirnya sebuah fatwa. Apakah benar aliran itu sesat atau tidak. “Jangan hanya bungkam dan tidak menunjukkan kejelasan apapun, sementara mereka terus beraktifitas di Abdya,” sebutnya.

Bupati Jufri menjelaskan, surat edaran tentang penghentian segala bentuk kegiatan empat aliran yang diduga sesat seperti Tgk Maimun, Salafi Wahabi, Thariqat Syattariyah, dan organisasi masyarakat Hizbut Tahril Indonesia (HTI) sudah dilakukan pihaknya selaku pemerintah kabupaten setempat. Bahkan Bupati juga menyurati MPU Aceh untuk segera mengeluarkan atau menetapkan fatwa terkait keempat aliran dan ormas di kabupaten itu.

Langkah menghentikan aktifitas empat aliran tersebut sesuai DENGAN hasil investigasi dan verifikasi Tim Penanggulangan Aliran Sesat di Abdya terhadap empat aliran/ormas yang diduga menyimpang. Tugas investigasi dan verifikasi juga melibatkan aparat penegak hukum yang dilaksanakan sejak 30 Juli sampai 8 Desember 2015 lalu.

Penghentian itu tertuang dalam Surat Edaran Bupati Abdya Nomor:450/1706/2015 Tanggal 21 Desember 2015 yang ditujukan kepada empat aliran/ormas tersebut. Sedangkan desakan terhadap MPU Aceh agar segera mengeluarkan fatwa dikeluarkan Bupati Jufri pada tanggal 21 Desember dengan nomor surat 450/1705/2015.

“Sesat atau tidak sesat MPU Aceh harus memberikan kejelasan dengan mengeluarkan fatwa, tentunya berdasarkan bukti-bukti yang dikirim. Atau jika perlu MPU Aceh silahkan datang ke Abdya untuk melihat lansung,” ujar Bupati Jufri kepada awak media.

Sementara itu, Ketua MPU Abdya, Abu Dahlan membenarkan kalau MPU Aceh tidak serius dan belum menanggapi hasil verifikasi tim penanganan aliran sesat yang sudah berjalan beberapa waktu lalu. “Kita sudah berulang kali mendatangi MPU Aceh, namun kurang ditanggapi, padahal semua bukti dan dokumen sudah kita berikan, namun kurang dipelajari, karena sesat atau tidak sesat yang berhak memutuskan MPU Aceh,” demikian kata Abu Dahlan singkat. (Rizal)

To Top