Ekonomi

Berkraf Gratiskan Pendaftaran HKI Bagi Pelaku Ekonomi Kreatif di Banda Aceh

ACEHTERKINI.COM | Sedikitnya 100-an pelaku ekonomi kreatif di Banda Aceh mendapatkan pendampingan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Berkraf), UI dan Pemko.

Hal ini dilakukan untuk mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas karya-karya mereka.

Kegiatan Sosialisasi dan Fasilitasi HAKI Bagi Pelaku Ekonomi Kreatif di gelar di Hotel The Pade dan dibuka Assisten Keistimewaan Ekonomi dan Pembangunan Setdakota Banda Aceh, Ir Gusmeri MT, Rabu (9/11/2016).

Berkaf Gratiskan Pendaftaran HKI Bagi Pelaku Ekonomi Kreatif di Banda Aceh
Koordinator Kegiatan wilayah Aceh yang juga akdemisi dari Universitas Indonesia, Dr Suryadi MT menyampaikan tujuan diadakannya kegiatan sosialisasi dan Fasilitasi HAKI Bagi Pelaku Ekonomi Kreatif di gelar di Hotel The Pade. Rabu (9/11/2016).

Koordinator Kegiatan wilayah Aceh yang juga akdemisi dari Universitas Indonesia, Dr Suryadi MT mengatakan pihaknya akan mendampingi dan menggratiskan pendaftaran HKI bagi pelaku ekonomi kreatfi di Banda Aceh.

“Kami akan mendampingi dan menggratiskan biaya untuk pendaftaran HKI bagi pelaku ekonomi kreatif Banda Aceh ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI),” ungkap Suryadi.

Katanya, Banda Aceh dipilih sebagai salah-satu kota dari 15 Kota di Indonesia yang menjadi prioritas Berkraf bersama UI dalam rangka melindungi hak-hak kepemilikan atas upaya kreatif pencipta.

Lanjut Suryadi, tujuan lain dari kegiatan ini adalah untuk memberikan inventor (pencipta) akan hak ekonomi eklusif untuk waktu yang terbatas. Kemudian mendorong upaya-upaya kreatifitas intelektual lebih lanjut dan berkelanjutan, meningkatkan usaha para pelaku ekonomi kreatif khususnya UMKM serta meningkatkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang juga meningkatkan indeks pembangunan manusia guna terwujudnya kesejahteraan dan kemandirian bangsa.

Ada beberapa jenis karya atau ide kreatif yang menjadi focus Berkraf untuk dikelola dan dikembangkan dalam industry yang mandiri, yakni, Aplikasi dan Game Developer, Arsitektur, Desain, Desain Interior, Desain Komunikasi Visual, Desain Produk, Fashion, Film seperti Animasi, Video dan Fotografi, Kriya, Kuliner, Musik, Penerbitan, Periklanan, Seni Pertunjukan, Seni Rupa dan Televisi/Radio.

Suryadi berharap, para pelaku ekonomi kreatif, khususnya dibawah pembianaan Pemerintah Kota Banda Aceh dapat memanfaatkan semaksimal mungkin fasilitas yang diberikan Berkraf.

Sementara itu, Asisten Keistimewaan Ekonomi dan Pembangunan Setdakota Banda Aceh, Ir Gusmeri MT mengapresiasi kegiatan yang digelar Berkraf dan UI tersebut.

Menurut Gusmeri, banyak karya dan ide dari warga Banda Aceh yang layak didaftarkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual. Katanya, pengembangan ekonomi kreatif merupakan salah-satu strategi di dalam memperkuat perekonomian daerah. Konsep ekonomi kreatif diyakini merupakan pendekatan yang paling baik di dalam mengantisipasi berbagai persaingan dan tantangan global yang saat ini menjadi lebih nyata.

“Sejak diluncurkannya secara resmi program Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) di penutup tahun 2015, Pemerintah Kota Banda Aceh memberikan perhatian khusus terhadap pertumbuhan dan pengembangan ekonomi kreatif. Kita menyadari bahwa melalui keterbukaan ini, selain meningkatkan peluang usaha juga meningkatkan persaingan dengan berbagai produk dari negara-negara ASEAN,” ungkap Gusmeri.

Karenanya, setiap pelaku industri diharapkan mampu mengelola usahanya dengan baik, bukan hanya dari segi peningkatan kualitas produk atau jasa yang ditawarkan, tapi juga di dalam menjaga dan melindungi usahanya melalui pengurusan HKI.

Lanjutnya, dalam persaingan global, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), menjadi penting bagi para pelaku Industri agar setiap industri khususnya Industri kecil mampu bersaing dan menjaga hak-nya. Tidak terpuruk dan menjadi korban bagi berbagai pencurian ide atau karya kreatifnya.

Di akhir sambutannya, Gusmeri berharap, melalui kegiatan ini yang difasilitasi oleh Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF) dan Universitas Indonesia (UI) seluruh pelaku industri di Banda Aceh dapat melindungi karya ciptanya.
“Dengan demikian, industri kreatif di Banda Aceh dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih baik dan tentunya terlindungi secara hukum,” ujarnya.

Kegiatan ini, selain diikuti 100 pelaku ekonomi kreatif di Banda Aceh, juga diikuti oleh pejabat dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kadisperindagkop dan UKM Kota Banda Aceh, Ir Rizal Junaedi, Para Staf Ahli Walikota dan Kabag Ekonomi Setdakota Banda Aceh, Arie Maula Kafka S Sos.

Kabag Ekonomi: Ada 368 Produk Unggulan di Banda Aceh

Kabag Ekonomi Setdakota Banda Aceh, Arie Maula kafka S Sos mengungkapkan di Banda Aceh ada 368 produk unggulan di Banda Aceh yang layak mendapatkan HKI. Kata Arie, dalam rapat sehari sebelumnya yang dipimpin Sekdakota Banda Aceh, Ir Bahagia Dipl SE, terungkap ada 368 produk unggulan di Banda Aceh.

“Data yang diungkap Ketua Task Force One Village One Product (OVOP) Disperindagkop Kota yang juga akademisi dari Unsyiah, Dr Saiful Muhammad ada 368 produk unggulan di Banda Aceh dari survey yang mereka lakukan,” ujar Arie.

Lanjut Arie, Sekdakota Banda Aceh sangat berharap program ini berjalan secara berkesinambungan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga Kota Banda Aceh.

Bahkan Sekda berjanji akan memberikan perhatian serius dalam rangka mendorong perkembangan ekonomi kreatif di Banda Aceh karena Banda Aceh sebagai Kota Dagang dan Jasa, ekonomi kreatif diyakini sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat. (mkk)

To Top