Kesehatan

Angka Penderita DBD di Abdya Meningkat

ACEHTERKINI.COM | Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) hingga bulan November 2016  mengalami peningkatan, bilan dibandingkan dari tahun sebelumnya.

Dimana, pada tahun 2014 angka penderita DBD mencapai 14 kasus, sementara tahun 2015 hanya 9 kasus. Berikutnya pada tahun 2016, sampai bulan November mencapi 44 kasus yang pernah ditangani oleh Rumah Sakit Umum Tengku Peukan (RSUTP) Abdya.

Angka Penderita DBD di Abdya Meningkat
[ ilustrasi/google.com ]

Kepala Bidang PMK Dinkes Abdya, Mulyadi, Selasa (29/11/2016) menyebutkan, angka tersebut terhitung sejak awal Januari-November 2016 dan terjadi dihampir setiap bulan dengan lokasi yang berbeda-beda. Angka penderita DBD tertinggi dalam tahun ini terjadi pada bulan Oktober dengan jumlah 16 kasus yang mencakup wilayah Kecamatan Manggeng 1 kasus, Tangan-Tangan 1kasus, Blangpidie 3 kasus, Susoh 6 kasus, Jeumpa 3 kasus dan Kuala Batee 2 kasus. Sedangkan di tahun 2015 lalu tercatat 9 kasus dan di tahun 2014 sebanyak 14 kasus.

“Peningkatannya memang cukup tinggi bila dibandingkan tahun lalu, maka kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada menjaga kesehatan terutama anak-anaknya bila panas tak segera turun agar dibawa ke Puskesmas,” ujarnya didampingi Pengelola Program DBD Dinkes Abdya, Rahmad Hidayat.

Seluruh kawasan yang terindikasi adanya serangan DBD langsung di lakukan penyemprotan (fogging) dengan raidus 100 meter bahkan lebih untuk meminimalisir dampak penyebaran virus yang dilakukan nyamuk.

Dijelaskan, demam berdarah atau demam dengue adalah penyakit akibat infeksi virus bernama dengue yang ditularkan melalui nyamuk Aedes, khususnya Aedes aegypti betina. Nyamuk ini menularkan virus yang berada dalam air liurnya dengan cara menggigit manusia ketika di siang hari, kemudian air liur yang terdapat virus dengue menyebar ke seluruh jaringan tubuh yang mengakibatkan sel darah putih memproduksi banyak protein untuk menimbulkan gejala.

Virus dengue adalah virus yang menjadi penyebab seseorang terjangkit demam berdarah. Virus ini awalnya menyelinap dalam tubuh kemudian hidup di sel yang menuju saluran pencernaan nyamuk. Sekitar 8 hari 10 hari berikutnya, virus akan menyebar ke kelenjar saliva nyamuk, tempat produksi saliva atau air liur. Oleh karena itu, nyamuk yang menginfeksi seseorang dengan cara digigit sama saja dengan mengoper atau memindahkan virus dengue bersama air liur nyamuk ke dalam tubuh manusia.

Awalnya virus tidak membahayakan karena masih melawan sistem pertahanan tubuh dari bantuan sel darah putih. Lama kelamaan virus memproduksi kembali atau memperbanyak diri sehingga sistim kekebalan tubuh tidak kuat menahan serangan virus dengue, akibatnya virus berhasil masuk dan menyebar dalam jaringan tubuh.

“Pada fase awal, penderita akan mengalami demam yang bersuhu tinggi, panas badan mencapai 40 derajat celsius. Setelah itu penderita akan merasakan sakit kepala (febrile) yang berlangsung selama 2-7 hari. Pada fase febrile ini biasanya gejala yang dirasakan pasien disertai ruam pada kulit. Pada hari pertama atau kedua ruam akan terlihat kemerahan seperti kulit yang terkena panas. Selanjutnya  ruam menyerupai campak,” demikian paparnya (Rizal)

To Top