Sosial

Ribuan Hektar Sawah di Abdya Kekeringan

ACEHTERKINI.COM | Kekeringan yang mulai melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Barat Daya memaksa para petani di sejumlah kecamatan dalam kabupaten setempat menelantarkan ribuan hektar sawah mereka untuk sementara waktu.

Dimana, para petani tersebut memilih tidak menggarap sawah karena air sungai maupun saluran sebagai sumber pengairan telah kering.

Ribuan Hektar Sawah di Abdya Kekeringan
Lahan sawah di Paya Laot, Desa Lhueng Baro, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Abdya mengalami kekeringan hingga membuat tanah sudah keras berkerak. Foto direkam, Kamis (6/10).

M. Andah salah satu Kejrun Blang di Kecamatan Lembah Sabil, Kamis (6/10/2016) mengatakan, pihaknya cukup sulit untuk membajak sawah, akibat kekeringan. “Banyak sawah yang kering, sehingga untuk melanjutkan proses membajak akan sangat sulit, karena setiap bedengan sawah tidak dialiri air,” tuturnya.

Murdani, salah seorang petani di Desa Lhueng Baro, Kecamatan Manggeng, mengatakan ia dan para petani lain memilih tidak menggarap sawah pada musim kemarau ini dan membiarkan sawah mengering seusai panen semangka beberapa waktu lalu. “Kami baru menanam padi kalau sudah turun hujan,” ujarnya.

Data dari Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) menunjukkan sawah produktif yang kini mulai ditelantarkan selama musim kemarau membentang dari Kecamatan Lembah Sabil, Manggeng, Setia dan Kuala Batee mencapai 2000 hektar lebih. Yang paling luas di Kecamatan Kuala Batee hingga mencapai 1000 hektar lebih sawah yang dibiarkan berkerak.

Kepala Distannak Abdya, Maswadi mengatakan, kekeringan yang melanda sejumlah lahan sawah di Abdya tersebut, karena sumber air yang tidak normal termasuk irigasi juga kurang maksimal.

“kita akan mencari solusi dengan membangun waduk penampung air. Disaat musim kemarau, waduk tersebut dapat digunakan mengaliri air kedalam sawah petani yang mengalami kekeringan,” katanya.

Total luas tanam padi di Abdya pada musim tanam (MT) Gadu tahun ini sekitar 11.178 hektar. “Target kita, pada bulan Desember para petani sudah memanen padi. Dikarenakan banyaknya lahan yang kekeringan, maka bisa dipastikan panen padi akan bergeser ke bulan Januari,” jelas Maswadi yang juga turut dibenarkan oleh Kabid Produksi Hamdan.

Adapun daerah yang sudah melakukan proses menanam padi, yakni Kecamatan Babahrot, Susoh, Blangpidie dan Jeumpa. “Kalau untuk wilayah Tangan-Tangan, sedang dalam proses menggarap lahan dan ada yang sudah melakukan penyemaian,” tuturnya.

Beberapa waktu lalu, Distannak bersama masyarakat didampingi pihak jajaran Kodim 0110/Abdya telah melakukan gotong royong bersama di wilayah Kecamatan Tangan-Tangan guna membersihkan tali air yang sudah tersumbat.

“Kita mengangkat sendimen didalam tali air yang tersumbat, agar air bisa kembali lancar dan mengaliri sawah petani. Meski belum maksimal, kita sudah melakukan upaya yang terbaik untuk petani,” tambah Maswadi. (Rizal)

To Top