Politik

Rektor : Tidak Boleh Ada Spanduk Dukungan Calon di Unsyiah

Rektor : Tidak Boleh Ada Spanduk Dukungan Calon di Unsyiah

ACEHTERKINI.COM | Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal M. Eng mengatakan, Unsyiah tidak menginginkan dan mengizinkan politik praktis masuk ke dalam lingkungan perguruan tinggi. Unsyiah harus bebas dari seluruh spanduk dukungan calon.

Hal tersebut dikatakannya saat bertemu Kapolda Aceh, Brigjen Pol Drs. Rio Septianda Djambak dan Wakapolda Aceh, Brigjen. Pol. Drs. Bambang Soetjahjo, M.Si beserta jajarannya di ruang Balai Senat Unsyiah, Selasa (4/10/2016).

“Kita tidak mengizinkan adanya embel-embel politik di lingkungan kampus Unsyiah. Tidak boleh ada politik praktis di Unsyiah. Tidak boleh ada kampanye apapun di Unsyiah,” tegas Prof. Samsul.

Rektor Unsyiah menambahkan, Unsyiah selama ini dan telah bertahun-tahun mendidik para mahasiswanya agar tidak berperilaku anarkis. Ruang berekspresi sangat terbuka bagi mahasiswa, tapi ada norma-norma dan etika yang harus dijaga.

Sementara itu Kapolda Aceh, Brigjen Pol Drs. Rio Septianda Djambak mengharapkan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menciptakan suasana demokrasi yang kredibel. “Saya mengharapkan peran nyata dari pihak Unsyiah dalam menciptakan suasana Pilkada 2017 di Aceh yang aman, adil, damai, dan tertib,” pesan Rio S Djambak.

Selain Kapolda dan Wakapolda Aceh juga hadir Kepala Direktur Binmas, Direktur Lantas, Direktur Reskrim, Direktur Intel, dan Kepala Bidang Humas Polda Aceh. Kedatangan tim Polda Aceh tersebut turut disambut oleh Wakil Rektor (WR) II Unsyiah, Prof. Dr. Husni, S.H., M.Hum, WR III Unsyiah, Dr. Ir. Alfiansyah Yulianur BC, WR IV Unsyiah Dr. Nazamuddin, SE, MA, Dekan, Kepala Biro, Direktur Pascasarjana, dan pejabat Unsyiah lainnya. [Red]

To Top