Sosial

Ratusan Warga Abdya Mendaftar Jadi Tenaga Penyuluh Agama

ACEHTERKINI.COM | Aceh Barat Daya – Diperkirakan sebanyak 214 orang warga Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) ikut mendaftar untuk menjadi Tenaga Penyuluh Agama dijajaran Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) setempat, sejak 24 s.d 28 Oktober 2016.

Ratusan Warga Abdya Mendaftar Jadi Tenaga Penyuluh Agama
Rapat Koordinasi Dengan Koordinator Penyuluh Agama Kecamatan Tentang Peneriamaan Penyuluh Agama Non PNS [ Dok: aceh.kemenag.go.id ]

Pihak Kankemenag Abdya terlebih dahulu sudah menempelkan pengemuman melalui sembilan kecamatan dalam kabupaten Abdya tentang informasi penerimaan tenaga kontrak sebagai penyuluh agama yang masing-masing nantinya akan bertugas sebanyak 8 orang per kecamatan.

“Informasi itu, jauh hari sudah kita beritahukan melalui kecamatan-kecamatan, agar bagi warga yang lulusan sarjana pendidikan agama (bukan tenaga pendidik) dapat segera mendaftar sebagai tenaga penyuluh agama,” kata Kepala Kankemenag Abdya, Drs H Arijal kepada wartawan, Senin (31/10/2016) diruang kerjanya.

Kakankemenag Arijal didampingi Kasi Binmas Roni Haldi Lc menyebutkan, semua warga yang mendaftar itu sudah mewakili masing-masing kecamatan yakni sebanyak 214 orang. Namun pihaknya hanya membutuhkan 72 orang dengan keterwakilan 8 tenaga penyuluh agama disetiap kecamatan. “Diperkirakan awal bulan November seleksi administrasi, kemudian dilanjut dengan tes tulis dan wawancara pada tanggan 20 November mendatang,” sebutnya.

Dalam tes tulis dan wawancara itu nanti, lanjut Arijal, mereka akan diberikan pertanyaan tentang pengetahuan Agama, wawasan kebangsaan dan peraturan Undang-Undang Kementerian Agama. Untuk pengumuman kelulusan, sambung Arijal, sekitar bulan Desember yakni pada akhir tahun 2016. Berhubung para penyuluh agama itu akan bertugas mulai bulan Januari 2017 mendatang, dengan masa kerja sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis) selama 3 tahun kedepan.

Adapun tugas para penyuluh agama, tambah Arijal, memberikan bimbingan tentang baca Alquran, zakat, wakaf, perkawinan, kerukunan ummat, penyalahgunaan narkoba, produk halal dan pembimbing peribadatan. “Tugas tersebut akan dilaksanakan melalui arahan Kantor Urusan Agama (KUA) di masing-masing kecamatan tempat mereka betugas,” tambahnya.

Dikatakan Arijal lebih lanjut, bahwa jumlah tenaga penyuluh agama ini berbeda dengan beberapa tahun yang lalu. Dimana, tahun lalu setiap desa memiliki satu orang tenaga penyuluh agama, akan tetapi saat ini justru hanya dibutuhkan 8 orang perkecamatan.

“Tahun lalu, tenaga kontrak dibawah naungan kementerian agama itu digaji sebanyak 300 ribu rupiah perbulan, tapi untuk kali ini kita belum jelas juga berapa gajinya, yang jelas kita lihat aturannya lagi nanti, karena masalah ini serentak diseluruh Indonesia,” demikian katanya. (Rizal)

To Top