Sosial

Potong Pohon Raksasa, Pemerintah Abdya Datangkan Ahli dari Simeulue

ACEHTERKINI.COM | Untuk memotong pohon raksasa jenis trembesi yang berada di pusat Kota Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) atau tak jauh dari Asrama Kodim 0110/Abdya, pihak Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) setempat terpaksa mendatangkan ahli potong pohon dari Kabupaten Simeulue.

Potong Pohon Raksasa, Pemerintah Abdya Datangkan Ahli dari Simeulue
Pohon raksasa di Pusat Kota Blangpidie

Sebelumnya, pihak BPBK Abdya bersama dengan instansi terkait lainnya telah berupaya mencari tukang potong pohon raksasa yang sudah berumur ratusan tahun itu diseputaran wilayah Abdya bahkan ke kabupaten tetangga. Akan tetapi upaya itu tidak membuahkan hasil, dikarenakan tukang potong pohon yang ada diwilayah setempat tidak bisa menjamin keselamatan bangunan sekitar pohon.

Setelah berupaya mencari, akhirnya BPBK berhasil menemukan Sarah Ali (58), yang diketahui berasal dari Kabupaten Simeulue. Dimana, Sarah Ali bisa menjamin kalau potongan pohon tidak akan menimpa bangunan sekitar.

“Saat ini yang bersangkutan tinggal di Desa Pulau Kayu, Kecamatan Susoh, kemungkinan tanggal 25 Oktober nanti sudah dikerjakan,” kata Kepala BPBK Abdya Amiruddin, Jum’at (14/10/2016) saat dikonfirmasi wartawan.

Dikatakan Amir, meski sangat beresiko, sesuai dengan kontrak, pihaknya akan membayar tukang potong pohon dari Simeulue itu sebesar Rp.20 juta. Kemudian juga disertakan dengan asuransi jiwa.

“Hanya orang yang memiliki kemampuan ahli untuk memanjat pohon tersebut, karena sepengetahuan kami belum ada yang sanggup untuk memanjat batang pohon yang sudah berumur ratusan tahun tersebut. Sarah Ali ini memotong kayu menggunakan parang, bukan mesin,” tuturnya.

Untuk menyelesaikan proses pemotongan pohon itu, lanjut Amir, dibutuhkan waktu selama 12 hari bahkan lebih. Dimana, pohon tersebut cukup rentan mengancam keselamatan warga termasuk bangunan disekitarnya.

“Kita ketahui bersama, bahwa beberapa waktu lalu cabang pohon tersebut telah menimpa bangunan di komplek asrama Kodim 0110/Abdya, meskipun tidak ada korban jiwa, namun kejadian itu telah membuat kerugian yang lumayan besar,” sebutnya.

Upaya untuk melakukan pemotongan pohon trembesi tersebut merupakan langkah tepat untuk mencegah terjadinya bencana serupa. Karena, diperkirakan dalam bulan November dan Desember akan terjadi hujan yang disertai dengan angin kencang.

“Jadi kita sudah melakukan pencegahan sedini mungkin, sebelum hujan dan angin kencang yang diperkirakan akan terjadi dalam bulan November dan Desember nanti,” demikian paparanya. [Rizal]

To Top