Hukum

Polisi Amankan Puluhan Sepmor Balap Liar di Abdya

ACEHTERKINI.COM | Sebanyak 30 unit sepeda motor (Sepmor) yang digunakan untuk balapan liar oleh para anak muda yang masih duduk dibangku sekolah berhasil diamankan Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Aceh Barat Daya (Abdya), Kamis (13/10/2016) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB di kawasan landasan pacu pesawat, Bandara Kuala Batu, Kecamatan Susoh.

Selain mengamankan sepmor, polisi juga mengamankan 34 pemilik motor yang masih berusia belasan tahun dan berstatus pelajar. Mereka berhasil dipergoki petugas saat sedang asik kebut-kebutan kendaraan dan tidak menyadari kalau landasan yang dijadikan sebagai lokasi balap liar tersebut telah dikepung oleh personel polisi setempat.

Polisi Amankan Puluhan Sepmor Balap Liar di Abdya
Kasat Lantas Iptu Rj Agung Pratomo, Sik (kanan) didampingi anggotanya memperlihatkan 30 unit sepmor yang digunakan para pelaku balap liar di kawasan landasan pacu Bandara Kuala Batu, Kecamatan Susoh, Kamis (13/10). [Rizal]

Kapolres Abdya, AKBP Hairajadi SH melalui Kasat Lantas Iptu Rj Agung Pratomo Sik kepada wartawan, Kamis (13/10/2016) menyebutkan, pihaknya berhasil mengamankan 34 pelajar yang terlibat dalam aksi balapan liar tersebut. kemudian pihaknya juga mengamankan 30 unit Sepmor yang umumnya telah dimodifikasi dan ada yang menggunakan knolpot racing dengan suara lantang.

“Saat mereka melihat polisi, ada yang berusaha kabur. Namun usaha mereka sia-sia, karena setiap sudut lokasi telah dikepung personel serta dibantu masyarakat sekitar yang mengaku khawatir dan resah dengan aksi pelajar tersebut,”ungkapnya.

Penyergapan para pelaku balap liar ini bermula dari adanya laporan warga setempat yang merasa tidak nyaman dengan kebisingan yang ditimbulkan dari aksi balapan tersebut. Berbekal dari informasi itu, sekitar pukul 17.00 WIB petugas polisi bersama dengan sejumlah personel Sat Lantas langsung menuju ke lokasi.

Lebih lanjut, Kasat Lantas Agung mengemukakan, seluruh pelaku balap liar telah dikembalikan kepada orang tua masing-masing. Sebelumnya mereka sempat dibina yang disaksikan langsung oleh orang tua mereka masing-masing. Sementara untuk 30 unit sepmor tetap ditilang dan pemilik wajib mengikuti proses persidangan di Pengadilan Negeri Tapaktuan, Aceh Selatan.

“Saat ini, kita sedang memeriksa 30 unit sepmor tersebut, mulai dari kelengkapan surat-surat kendaraan serta status kepemilikan kendaraan dimaksud,” jelasnya.

Pemilik kendaraan tidak bisa dengan serta merta dapat mengambil kendaraannya kembali, sebab pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Pengadilan Negeri Tapatuan agar pengambilan kendaraan dapat dilakukan setelah dua bulan dan ditetapkan melalui keputusan sidang.

Ditambahkan, syarat lain yang harus dipenuhi pelaku sewaktu mengambil kendaraan nantinya yaitu, mereka diwajibkan membawa knolpot standar untuk menggantikan knolpot racing yang terpasang di sepmor.

“Tujuannya adalah untuk memberikan efek jera terhadap para pelaku dan memberikan pelajaran serta pemahaman kalau balap liar itu dilarang secara hukum, nanti kita akan melakukan razia semacam ini lagi, agar balapan liar tidak merajalela di Abdya,”demikian  ujarnya. (Rizal)

To Top