Lingkungan

Kemarau, Debit Air Sungai di Abdya Berkurang

ACEHTERKINI.COM | Musim kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dan sekitarnya telah membuat debit air sungai di sembilan kecamatan dalam kabupaten setempat semakin berkurang.

Amatan dilapangan, beberapa sungai yang menjadi kebutuhan rutin masyarakat terlihat mulai mengecil. Hal itu terjadi disepanjang aliran sungai (Krueng) Manggeng, Tangan-Tangan, Setia, Susoh, Blangpidie, Kuala Batee dan Babahrot.

Kemarau, Debit Air Sungai di Abdya Berkurang

Amnar warga Kecamatan Tangan-Tangan yang ditemui wartawan, Selasa (11/10/2016) mengaku kesulitan untuk mendapatkan air minum yang menjadi kebutuhan sehari-hari. Dimana selama musim panas melanda Abdya, kebanyakan debit air di sumur warga berkurang.

Selain menjadi kebutuhan untuk minum, mencuci dan keperluan lainnya, air dalam sungai itu juga untuk menggarap lahan sawah, lantaran saluran air yang didatangkan dari sungai sudah banyak yang mengering maka penggarapan lahan banyak yang terbengkalai, bahkan kolam ikan warga juga banyak yang kering

“Air dalam sungai sudah sangat kecil, sehingga suplai air kedalam saluran sudah tidak cukup lagi,” kata Amnar.

“Selain sebagian besar warga yang bekerja di sawah atau di luar rumah harus menghentikan aktivitasnya, juga debit air sungai menurun drastis menyebabkan sebagian pelanggan sistim penyaluran air minum (SPAM) tak lagi dapat menikmati air bersih,” sambungnya.

Cuaca di Abdya terkadang berubah-ubah, diselang musim panas itu, tiba-tiba timbul angin dan sedikit hujan, maka mulai menimbulkan penyakit pada anak-anak, terutama flu, pilek dan batuk-batuk. Sehingga memaksa orangtua melarang anak-anaknya bermain di tempat terbuka pada siang hari.(Rizal)

To Top