Kesehatan

Inilah Calon Kepala Daerah di Aceh yang Tidak Lulus Kesehatan

Inilah Calon Kepala Daerah di Aceh yang Tidak Lulus Kesehatan

ACEHTERKINI.COM | Dari 188 calon kepala daerah yang ikut Pilkada Aceh 2017, sebanyak 19 orang dinyatakan tidak lulus kesehatan. Sementara satu orang dinyatakan tidak hadir.

Informasi yang dihimpun acehterkini, Selasa (4/10/2016), satu orang yang tidak hadir tes kesehatan adalah M. Fakhruddin, Bakal Calon Bupati Aceh Barat Daya karena masih dalam perawatan di Jakarta.

Sedangkan 19 orang yang dinyatakan tidak lulus tes kesehatan paling banyak adalah kandidat yang maju dari jalur independen. Mereka adalah, Drs. Hasan Basri dan A. Bakar Assajawy, Bakal Calon Bupati Pidie serta Drs. Mukhtar, Bakal Calon Wakil Bupati Pidie.

Kemudian H. Sulaiman Ibrahim, Bakal Calon Bupati Aceh Utara dan Tgk. Ibnu Hajar, Bakal Calon Wakil Bupati Aceh Utara. Kandidat yang tidak lulus tes kesehatan di Kota Lhokseumawe yaitu Sofyan, Bakal Calon Walikota.

Selanjutnya Lukmanul Hakim, Bakal Calon Bupati Aceh Tamiang dan H. T. Yusni, Bakal Calon Wakil Bupati Aceh Tamiang (Partai Politik).

Darwin MH, Bakal Calon Wakil Bupati Bener Meriah, Hj. Salamah, Bakal Calon Bupati Gayo Lues (Parpol) dan Safriantoni, Bakal Calon Bupati Aceh Jaya (Parpol) serta Abu Hanifah Amin, Bakal Calon Wakil Bupati Nagan Raya (Parpol) juga tidak lulus tes kesehatan dari RSUD Zainal Abidin di Banda Aceh.

Berikutnya adalah Bakal Calon Wakil Bupati Aceh Singkil, M. Akhyar Abduh (Parpol), Saifannur, Bakal Calon Bupati Bireuen (Parpol), Mansur Hidayanto dan Armas, Bakal Calon Wakil Bupati Aceh Tengah juga gugur di tes kesehatan.

Kabupaten Aceh Barat Daya yang tidak lulus tes kesehatan yaitu Masrizal dan Burnisal, Bakal Calon Wakil Bupati dan Sulaiman Adami, Bakal Calon Bupati dari jalur Parpol.

Sebelumnya Ketua KIP Aceh, Ridwan Hadi mengatakan, tahapan yang tidak bisa diulang adalah tes kesehatan dan tes uji baca Al Qur’an, kecuali untuk pengganti bakal calon yang gugur.

Tes kesehatan yang dilaksanakan pada 24-25 September 2016 ini melibatkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) di Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin Banda Aceh. [Red]

To Top