Hukum

Granat Dibeli Rp3 Juta, Polisi Sedang Telusuri Asal Bahan Peledak Itu

ACEHTERKINI.COM | Kepolisian Daerah Aceh masih mencari asal muasal granat yang menewaskan anak dan istri Ketua Komisi A DPRK (DPRD) Bener Meriah Aceh, Mansyur Ismail (50 tahun) pada September, lalu. Diketahui, pembunuhan direncanakan oleh istri sirih Mansyur berinisial SZ (35) dengan menggunakan granat seharga Rp 3.000.000 rupiah.

“SZ memberikan uang tiga juta pada adik kandungnya A untuk membeli granat,” ujar Kabagpenum Polri Kombes Martinus Sitompul di Jakarta, Ahad (16/10/2016).

Granat Dibeli Rp3 Juta, Polisi Sedang Telusuri Asal Bahan Peledak Itu
ilustrasi

Menurut Martinus, pembunuhan berawal dari rasa sakit hati dan dendam yang dipikul SZ kepada Aulia Tahar. Aulia merupakan anak pertama dari istri pertama Mansyur yang diduga sering melakukan kekerasan pada SZ.

Selanjutnya, SZ yang sakit hati atas perlakuan AT merencanakan pembunuhan tersebut. SZ meminta bantuan adik kandungnya A dan ZA untuk melakukan eksekusi pembunuhan dengan menggunakan bom.

SZ kemudian memberikan uang Rp 3.000.000 kepada adiknya untuk membeli granat. Selanjutnya, SZ menanyakan suaminya Mansyur posisi istri pertamanya. Mansyur pun menjawab Nurma dan anaknya sedang melakukan perjalanan di kawasan Bener Meriah pada Sabtu (24/9).

“SZ telepon MI menanyakan N di mana, dijawab ke Bireun dan sore balik ke Bener Meriah, dicegat dimasukkan granat ke dalam mobil,” ujar Martin.

Atas peristiwa tersebut, tiga orang meninggal dunia, yakni Nurma (Istri pertama MI), Aulia Tahar (Anak pertama MI), dan Haris Sadiki. Sedangkan yang masih dalam kondisi kritis yakni Farhan Rizki, Sertu Husaini, Intan, dan Fauziah.

Saat ini, para pelaku sudah berhasil diamankan. Termasuk adik kandung SZ yang sebelumnya sempat melarikan diri. “Pelaku utama sudah ditangkap semua, tinggal cross check dari mana granat itu diperoleh,” jelasnya. [Rol]

To Top