Ekonomi

Dana Pengamanan Pilkada Aceh Diusulkan Rp128 Miliar Lebih

ACEHTERKINI.COM | Dana pengamanan Pilkada Aceh 2017 yang akan berlangsung secara serentak di 23 kabupaten kota diusulkan Rp128,8 miliar.

“Anggaran ini masih diusulkan, Polda Aceh sudah siapkan berapa kebutuhan anggaran untuk pengamanan Pilkada 2017,” ujar Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Goenawan dalam diskusi publik “Penegakan Hukum pada Pilkada 2017” di Black Jack Cafe Premium, Rabu (12/10/2016).

Dana Pengamanan Pilkada Aceh Diusulkan Rp128 Miliar Lebih
Diskusi Publik “Penegakan Hukum Mewujudkan Pilkada Damai 2017” di Black Jack Cafe, Banda Aceh

Kegiatan yang digelar oleh Forum Aksi Bersih (Fraksi) Pilkada Aceh itu juga menghadirkan Koordinator KontraS Aceh, Hendra Saputra sebagai narasumber.

Kombes Pol. Goenawan mengatakan dana sebesar Rp128,8 miliar itu masih rancangan anggaran. Masih diajukan ke Pemerintah Pusat. “Biasanya anggaran ini bersumber dari dana kontijensi Polri, apakah dalam DIPA Pemerintah juga dianggarkan, kita akan berkoloborasi juga,” kata Kabid Humas Polda Aceh.

Polda Aceh sebagai institusi vertikal bertanggungjawab terhadap situasi Kamtibmas di Aceh. Apalagi menjelang Pilkada Aceh tahun 2017 yang secara serentak dilakukan di 20 kabupaten kota. Walaupun ada tiga kabupaten kota hanya menyelenggarakan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh.

“Tiga kabupaten kota yang hanya melaksanakan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh (Aceh Selatan, Pidie Jaya dan Kota Subulussalam) juga tetap diberikan pengamanan,” ujar Kombes Pol Goenawan.

Sebelumnya, Polda Aceh sudah memetakan ada delapan daerah di Aceh yang sangat rawan, delapan daerah yang masuk katagori rawan dan sisanya aman.

Delapan daerah yang sangat rawan itu meliputi, Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur dan Aceh Singkil.

Menurut Kombes Pol. Goenawan kekuatan organik Polda Aceh sebanyak 13.378 orang tidak mencukupi untuk mengcover semua tahapan Pilkada.

Berdasarkan pertimbangan maka Polda Aceh meminta kekuatan Pasukan Bawah Kendali Operasi (BKO) sebanyak 1.900 orang dengan peralatan standar. Kemudian organik TNI dari Kodam Iskandar Muda juga akan dilibatkan 1/3 dari kekuatan organik Polda Aceh. [pat]

To Top