Sosial

Alihkan Dana Bantuan ke Rekening Pribadi. Kepala Dinas DKP : Sudah Disalurkan ke Kelompok

ACEHTERKINI.COM | Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) diduga telah mengalihkan dengan mentransfer sejumlah dana bantuan bersifat hibah untuk dua kelompok budi daya ikan (Pok Dakan) di wilayah setempat ke rekening pribadi salah satu pejabat di instansi setempat.

Dua Pok Dakan itu yakni Pok Dakan Ujung Tanah di Desa Ujung Tanah, Kecamatan Lembah Sabil dan Rizki Mina Pesantren yang beralamat di Desa Sikabu, Kecamatan Kuala Batee.

Alihkan Dana Bantuan ke Rekening Pribadi. Kepala Dinas DKP : Sudah Disalurkan ke Kelompok
Kelompok Budidaya Ikan [ILustrasi]

Berdasarkan informasi yang diterima wartawan, Senin (17/10/2016) menyebutkan, dana bantuan tersebut bersumber dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN) tahun 2016 sebesar Rp 110 juta yang diperuntukkan untuk dua kelompok dimaksud.

Secara mekanisme, dana tersebut dikirim langsung ke rekening masing-masing kelompok untuk pembelian bibit ikan, pakan dan kebutuhan lainnya. Namun dalam perjalanannya, sejumlah dana itu justru dialihkan dari rekening kelompok ke rekening pribadi salah satu oknum pejabat DKP Abdya dengan alasan agar keamanan uang lebih terjamin.

“Benar uang tersebut dialihkan ke rekening pribadi salah seorang oknum pegawai di DKP dan itu terkesan dipaksakan, katanya agar uang tersebut lebih aman,”  tutur sumber yang tak mau namnya disebutkan kepada sejumlah wartawan di Balai PWI Abdya.

Menurutnya, alasan untuk keamanan uang bukanlah hal yang masuk akal, sebab uang tersebut ditransfer langsung ke rekening pribadi, dimana penarikan uang tersebut bisa dilakukan kapanpun dan untuk keperluan apapun tanpa sepengetahuan kelompok penerima bantuan.

“Sepengetahuan kami pengalihan dana bantuan yang bersifat hibah dari APBN ke rekening pribadi tidaklah sesuai dengan aturan, apalagi alasannya untuk keamanan,” demikian singkatnya.

Sementara itu Kepala DKP Abdya, Ir Muslim Hasan didampingi Kabid Budi Daya, Ika Susanti dan Kasie Bina Usaha, Hamzah membantah tegas dugaan tersebut.

“Apa yang kita lakukan sesuai dengan prosedur, kita juga membelanjakan barang itu sesuai dengan perencanaan, dan uang tidak digunakan untuk keperluan lain,” tuturnya.

Namun, pihaknya membenarkan telah  mengalihkan dana bantuan dimaksud ke rekening pribadi milik Kasie Bina Usaha. Tujuannya untuk keamanan uang dan penggunaannya harus sesuai dengan tujuan pembinaan kelompok. Dimana dana tersebut diperuntukkan untuk membantu dua kelompok itu dalam mengembangkan budi daya ikan agar tepat sasaran, bukan digunakan untuk keperluan lain.

Disebutkan, masing-masing kelompok menerima dana sebesar Rp.55 juta. Sejumlah uang itu dibelanjakan untuk membeli bibit ikan 3600 ekor untuk setiap kelompok, pakan, jaring, probiotik, pompa air dan tempat ikan. Dimana item pembelian tersebut juga disesuaikan dengan kebutuhan setiap kelompok.

Ketika disinggung apakah pengalihan dana bantuan ke rekening pribadi diperbolehkan secara aturan, baik kepala dinas, maupun Kabid Budi Daya dan Kasie Bina Usaha tidak memberikan penjelasan secara rinci.

“Kita mengalihkan ke rekening pribadi itu, agar perbelanjaan tepat sasaran, karena kita tidak mau kejadian pada tahun-tahun yang lalu terulang kembali. Dimana setelah dikirimkan bantuan justru tidak dibelanjakan,” kata Kabid Budi Daya yang akrab disapa dengan Ika diruang Kadis DKP.

Lebih lanjut dikatakan, keputusan pengalihan dana ke rekening pribadi itu berdasarkan persetujuan pihak kelompok dan dibuktikan dengan surat kuasa yang ditandatangai oleh masing-masing ketua kelompok di atas materai enam ribu dan diketahui oleh kepala dinas.

Selain itu, realisasi pembelanjaan dana haruslah sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam rab, karena setiap realisasi pembelanjaan dana tetap tercantum dalam laporan yang nantinya dijadikan bukti pertanggungjawaban. (Rizal)

To Top