Sosial

Abu Tumin Peusijuek Paslon H.Amiruddin Idris – Ridwan Khalid

ACEHTERKINI.COM | Ulama kharismatik Aceh Abu Tumin Blang Bladeh mempeusijuek (tepung tawar) pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bireuen, Dr. H. Amiruddin Idris – Drs. H. Ridwan Khalid, bertempat di kediamannya Kamis (27/10/2016).

Abu Tumin Peusijuek Paslon H.Amiruddin Idris - Ridwan Khalid
Calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bireuen, Dr. H. Amiruddin Idris – Drs. H. Ridwan Khalid saat ditepung tawari oleh Abu Tumin Kamis 27 Oktober 2016.

Sebelum mempeusijuek Paslon H.Amiruddin Idris-Ridwan Khalid yang didampinggi isteri masing-masing terlebih dahulu ulama kharismatik Aceh ini memberikan nasehat kepada pasangan calon tersebut.

Abu Tumin mengatakan, secara pribadi sangat merestui pasangan Amiruddin Idris dan Ridwan Khalid maju sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Bireuen tahun 2017.

“Nyak Amir (panggilan Abu Tumin untuk H.Amiruddin Idris-Red) sangat layak untuk memimpin pemerintahan Bireuen karena kemampuan Amiruddin tidak diragukan lagi, karena sudah pernah memimpin Kabupaten Bireuen bersama Mustafa A.Glanggang selama lima tahun. Dan sebagai Rektor Amiruddin dinilai sukses membangun dan mengelola Universitas Almuslim (Umuslim).

“Golom na Universitas swasta yang maju lagei pak Amir pimpin di Almuslim (Belum ada universitas swasta yang maju seperti Umuslim dibawah pimpinan rektor Amiruddin Idris),” papar Abu Tumin

Abu Tumin juga mempertanyakan pada H.Amiruddin apakah sudah ada kontrak politik dengan relawan” H.Amiruddin Idris menjawab sudah bahkan butir-butir penting kontrak politik tersebut sudah tertuang dalam visi misinya dan akan disampaiakan di hadapan DPRK dan pada umum.

“Sebaiknya ulama menjadi penasehat saja bagi pemerintah (umara), tidak perlu terlibat langsung dalam mengelola pemerintahan” Ujar Abu.

Hal tersebut diutarakan oleh ulama kharismatik Aceh, Tgk.H. Muhammad Amin, yang akrab disapa Abu Tumin Blang Bladeh, di kediamannya usai mempesijuek paslon H.Amiruddin Idris-H.Ridwan Khalid.

Menurut Abu Tumin, ulama sebaiknya tidak terjun langsung sebagai pengelola pemerintahan (menjadi kepala daerah-red). “Baiknya ulama duduk di MPU saja memberikan masukan dan nasehat kepada pemerintah,” katanya.

Tugas ulama sangat strategis, universal, mulia dan terhormat, ulama harus kembali ke khittahnya sesuai dengan pesan Rasulullah S.A.W melaksanakan amar makruf nahi mungkar menjadi sponsor dalam kebaikan tidak mengejar pangkat dan jabatan papar Abu Tumin dihadapan paslon Amiruddin dan para simpatisan di kediaman Abu Tumin.

To Top