Ekonomi

Uang Jerih Payah Petani Ditahan, Begini Kata Pejabat di Distannak Abdya

ACEHTERKINI.COM | Hingga pertengahan bulan September, sejumlah Hop Keujruen (sesepuh anak tani-red) mengaku belum dibayar gaji atau jerih payah oleh Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Padahal jerih payah para Hop Keujruen tersebut sudah dibayar dalam bulan Juni lalu.

Informasi yang diperoleh wartawan, Sabtu (10/9/2016), dari 9 Kecamatan di Kabupaten Abdya ada 33 orang Hop Keujruen dan 9 Kejruen Chik. Saat bertandang ke Kantor PWI Abdya, para Hop Keujruen mengeluh dengan sikap pejabat di Distannak yang terkesan menahan jerih payah yang diterima setiap 6 bulan sekali. Meskipun dengan jumlah yang tidak seberapa, namun itu sangat diperlukan.

Jerih Payah Petani Ditahan, Begini Kata Pejabat di Distannak Abdya
Ilustrasi

“Kita sudah beberapa kali tanda tangan untuk pencairan jerih payah itu, akan tetapi belum juga ada tanda-tanda kalau tulah (jerih payah) kami cair dalam bulan ini,” ungkap salah seorang Hop keujruen yang enggan dicantumkan namanya sembari mengaku kalau dirinya berasal dari Kecamatan Babahrot.

Pihaknya mengaku, biasanya jerih payah itu dibayar pada awal bulan Juni dan awal bulan Desember (6 bulan sekali). Akan tetapi, tahun ini hingga memasuki pertengahan bulan September, jerih payah tak kunjung dibayar. Bahkan, saat mereka menanyakan ke Distannak, pejabat berwenang di dinas itu, terkesan buang badan.

“Kata pejabat itu, sabar saja, jerih payah kalian pasti dibayar. Tidak dibayar tahun ini, tahun depan pasti dibayar,”ungkap salah seorang Hop Keujruen.

Jerih payah Hop Keujruen yang berumur rata-rata antara 58 hingga 65 tahun itu, memang tidaklah seberapa. Akan tetapi, gaji yang sudah diprogramkan Pemerintah Daerah itu, dirasakan sangat bermanfaat. Apalagi ini menjelang Hari Raya Idul Adha hanya tinggal beberapa hari lagi.

Terkait hal itu, Kepala Bidang UPTL Distannak Abdya, Mayudin SP, yang dikonfirmasi wartawan secara terpisah, membantah pihaknya sengaja menahan jerih payah para sesepuh tani dimaksud. Hanya saja katanya, pencairan dan pembayaran jerih payah mereka memerlukan proses yang memakan waktu.

“Berkasnya sudah di dinas keuangan, tinggal menunggu pencairan saja. Tidak ada niat kita menahan jerih payah mereka,” tuturnya membantah.

Mayudin mengemukakan, tahun ini memang sedikit terlambat pencairan jerih payah para Hop dan Keujruen Chik dimaksud. Sebab, beberapa waktu lalu ada pergantian sejumlah Hop Keujruen. Hop Keujruen yang baru terpilih di SK-kan pada bulan April lalu. Sehingga pengurusan administrasi dalam pencairan jerih payah, agak terkendala.

“Disitulah kendalanya. Sabar saja, jerih payah mereka itu pasti akan segera cair,” demikian singkatnya (Rizal)

To Top