Ekonomi

Serikat Pekerja Minta Gubernur Aceh Naikkan UMP 2017 Di Atas Rp 3 Juta

ACEHTERKINI.COM | Sejumlah Federasi Serikat Pekerja Aceh mendesak Gubernur Aceh, Zaini Abdullah menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Aceh dari Rp2,1 juta di tahun 2016 menjadi Rp 3,5 juta pada tahun 2017.

Tuntutan itu disampaikan kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh, Kamaruddin Andalah, Senin (5/9/2016.

Ketua Aliansi Buruh Aceh Drs. Syaiful mar mengatakan, pertemuan antara Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk dengan Federasi Serikat Pekerja di Aceh ini sebagai upaya menyuarakan aspirasi pekerja/buruh yang masih banyak belum terselesaikan.

Serikat Pekerja Minta Gubernur Aceh Naikkan UMP 2017 Di Atas Rp 3 Juta
Rekomendasi dari Federasi Serikat Pekerja di Aceh Diserahkan Kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh untuk Disampaikan kepada Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, Senin (5/9/2016) [Ist]

“Kita sudah menyampaikan sejumlah tuntutan dalam bentuk rekomendasi untuk disampaikan kepada Kepala Pemerintahan Aceh yaitu Gubernur Aceh, Zaini Abdullah,” kata Syaiful Mar.

Persoalan kesejahteraan di Aceh, kata Syaiful Mar masih jauh tertinggal dengan daerah lain di Indonesia. “Ini dapat dilihat dari indeks angka kemiskinan dan nilai upah minimim, maka Aliansi Buruh Aceh mendesak agar UMP Aceh tahun 2017 harus melampaui Rp 3 juta hingga Rp 3,5 Juta,” tuturnya.

Menurutnya hasil survey indenpenden yang dilakukan oleh perwakilan pengurus dari Federasi Serikat Pekerja di beberapa wilayah di Aceh berdasarkan item Kebutuhan Hidup Layak (KHL) angkanya paling rendah adalah Rp 2,9 juta.

“Maka untuk meningkatkan daya beli, buruh minta Gubernur tetapkan UMP diatas angka tersebut dan tidak tertinggal dari daerah lain, serta mendorong lahirnya UMK disetiap kabupaten kota di Aceh,” tambah Syaiful Mar didampingi Ketua FSPMI Aceh, Habibie Inseun.

Sejumlah Federasi Serikat Pekerja Aceh yang datang beraudensi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh itu adalah FSPMI (Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia), ASPEK INDONESIA (Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia), FSP-ISI (Federasi Serikat Pekerja Industri Semen Indonesia), PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia), SPKA (Serikat Pekerja Keperawatan Aceh), FKUI (Federasi Konstruksi Umum dan Informal), GASPERMINDO (Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia), FSPTI- SPSI (Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia), dan TUCC (Trade Union Care Center). [Edi]

To Top