Sosial

Mukim di Aceh Besar Minta HTI Menjadi Hutan Adat

Mukim di Aceh Besar Minta HTI Menjadi Hutan Adat

ACEHTERKINI.COM | Sejumlah mukim di Kabupaten Aceh Besar sudah menyurati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Kementerian Dalam Negeri di Jakarta meminta pemerintah untuk menjadi Hutan Tanaman Industri (HTI) menjadi Hutan Adat yang dikelola oleh mukim.

Sekretaris Dewan Duek Pakat Forum Mukim Aceh Besar, Asnawi kepada acehterkini, Senin, 26 September 2016 mengatakan, ini baru tahap advokasinya. Sejumlah mukim memang sudah menyurati kementerian di Jakarta untuk meminta pengembalian lahan HTI menjadi kawasan kelola masyarakat adat.

“Pada dasarnya kawasan HTI itu adalah kawasan pengembala masyarakat, jadi proses pengalihan fungsi menjadi HTI itu tidak melibatkan masyarakat. Artinya pengalihan HTI itu hanya sepihak dilakukan pemerintah,” kata Asnawi.

Mukim di Aceh Besar Minta HTI Menjadi Hutan Adat
Asnawi, Sekretaris Dewan Duek Pakat Mukim Aceh Besar

Masih dikatakan Asnawi, keberadaan hutan HTI itu sampai saat ini tidak memberikan manfaat yang jelas kepada masyarakat. “Pemerintah Kabupaten Pidie sudah mengakui hutan adat yang dikelola oleh mukim, Pemerintah Aceh Besar belum merespon,” kata Asnawi berharap agar Pemerintah Aceh dan DPR Aceh dapat segera merespon agar HTI dikembalikan menjadi Hutan Adat.

Menurut catatan dari Jaringan Komunitas Masyarakat Adat (JKMA) Aceh, beberapa mukim di Aceh Besar yang sudah menyurati kementerian di Jakarta adalah Mukim Lampanah, Cot Saluran, Lamkabeu dan Mukim Gunong Biram.

Sementara luas HTI di wilayah Aceh Besar dan Pidie mencapai 110.000 hektar. Saat ini Hutan Tanaman Industri (HTI) di Aceh dimanfaatkan untuk penanaman akasia sebagai bahan baku kertas. [Firman]

To Top