Ekonomi

Duh, Harga Cabe di Banda Aceh Hampir Sama Satu Kilo Daging

ACEHTERKINI.COM | Harga cabe di Kota Banda Aceh menjelang Idul Adha 1437H melambung tinggi. Salah seorang pedagang sayur di Pasar Tradisional Ateuk Pahlawan, Idris mengatakan naiknya harga cabe ini sudah sejak sepekan yang lalu.

“Kemarin naik, Rp55.000 per kilogram dari Rp20.000, sekarang sudah menjadi Rp80.000 per kilogram. ada juga yang jual Rp100 ribu per kilo,” Kata Idris, Sabtu (10/9/2016).

Salah seorang warga Banda Aceh sempat terkejut dengan kondisi tersebut. “Ini akibat pemerintah terlalu mengontrol harga daging, telur dan beras, tidak tahunya harga cabe sudah sama dengan daging satu kilo,” kata salah seorang ibu rumah tangga di pasar Kp. Ateuk Pahlawan.

“Harga ini mungkin minggu depan setelah hari raya sudah normal kembali,” sambung Idris.

Duh, Harga Cabe di Banda Aceh Hampir Sama Satu Kilo Daging

Tidak hanya di Banda Aceh, harga cabe juga melambung tinggi di Kota Lhokseumawe, dikutip dari Republika Online, Sabtu (10/9/2016), para pedagang setempat mengatakan lonjakan harga cabai merah itu terjadi akibat berkurang pasokan cabai merah dari daerah sentra pertanian cabai merah. Selain itu, tingkat permintaan konsumen juga meningkat dari waktu biasanya.

Padahal dua pekan lalu, harga cabai merah di sejumlah pasar tradisional di Aceh Utara hanya Rp 30 ribu per kilogram. “Namun, akibat pasokan minim, harga cabai itu langsung melonjak menjadi Rp 80 ribu per kilogram,” kata Saiful, salah seorang pedagang di pasar tradisional Kota Lhoksukon, Sabtu (10/9/2016).

Dia mengatakan, kesulitan mendapatkan komoditas cabai merah dari para petani. Baik petani lokal maupun dari luar daerah seperti dari Provinsi Sumatera Utara. Kesulitan pasokan itu, menjadi salah satu alasan utama melonjak harga salah satu bumbu dapur tersebut selama ini.

“Pasokan cabai merah akhir-akhir ini sangat minim, sementara permintaan warga sangat tinggi. Apalagi, hari raya Idul Adha di depan, ini menjadi salah satu faktor kenaikan harga cabai merah tersebut,” ujarnya. [Red]

To Top