Lingkungan

Agar Abdrasi Tidak Meluas, BPBK Abdya Bangun Tanggul Darurat di Pantai Jelbab

ACEHTERKINI.COM | Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya membangun tanggul pengaman darurat disepanjang bibir Pantai Jelbab Desa Keudai Susoh, Kecamatan Susoh untuk mengantisipasi meluasnya abrasi.

Pengamanan tanggul darurat itu dibuat dari karung goni berisi pasir setelah dipancang penyangga dari bambu. Selain petugas BPBK, juga turut dibatu personel TAGANA, SAR, RAPI, TKSK dari Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) dan masyarakat setempat yang tergabung dalam kegiatan gotong royong massal dilokasi tersebut, Jum’at (2/9/2016).

Agar Abdrasi Tidak Meluas, BPBK Abdya Bangun Tanggul Darurat di Pantai Jelbab
BPPK dan Tagana di Abdya Membangun Tanggul Darurat di Pantai Jelbab Keudai Susoh

Kepala BPBK Abdya Amiruddin mengatakan, abrasi yang terjadi di bibir Pantai Jelbab, Kecamatan Susoh merupakan yang terparah dalam sepanjang tahun ini. Biasanya, abrasi juga sering terjadi, akan tetapi dampak pengikisan dibibir pantai akibat ombak lautan tidak terlalu parah.

“Maka dari itu, kita berupaya membuat tanggul darurat dari karung goni berisi pasir dan sejumlah bambu untuk menyangga karung-karung tersebut,” ungkapnya.

Tanggul darurat itu, lanjut Amir, agar abrasi tidak meluas. Karena lokasi Pantai Jelbab atau biasa disingkat dengan sebutan PJ, sering menjadi lokasi objek wisata yang dikunjungi wisatawan lokal maupun dari luar daerah. “Kita menjaga bibir pantai dari terjangan ombak, agar keindahan pantai tetap terjaga, karena akibat abrasi itu, sejumlah pohon cemara banyak yang tumbang,” tuturnya.

Disamping itu, pihaknya juga sudah melaporkan ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) Abdya agar segera ditangani dengan pembangunan breakwater disepanjang bibir pantai yang terkena abrasi. Informasi yang diterima, Dinas PU sudah menurunkan tim dari Provinsi untuk melihat lansung dampak buruk dari abrasi itu.

Amir berharap, pembangunan breakwater dapat segera ditindaklanjuti, mengingat abrasi disepanjang bibir pantai Jelbab ini semakin mengganas.

“Karung-karung goni yang berisi pasir itu tidak akan bertahan lama, karena sifatnya hanya sementara, sambil menunggu perbaikan yang lebih permanen,” demikian Amir.

Amatan dilapangan, selain Kepala BPBK Amiruddin, juga tampak hadir Kepala Dinsosnakertrans  Abdya Nazaruddin, Kepala BPMPP dan KS Edi Darmawan, Camat Sosoh Nazli dan para pemerhati lingkungan lainnya. (Rizal)

To Top