Sosial

Ada 570 Penyandang Disabilitas di Banda Aceh, Ini Komitmen Illiza

Ada 570 Penyandang Disabilitas di Banda Aceh, Ini Komitmen Illiza

ACEHTERKINI.COM | Pemerintah mencatat ada 570 orang penyandang disabilitas di Kota Banda Aceh. Beragam kebijakan dan program yang telah dilaksanakan Pemko Banda Aceh terkait pemenuhan hak-hak bagi para penyandang disabilitas.

“Walaupun masih belum sempurna, namun kami terus berjuang agar tidak ada lagi diskriminasi terhadap penyandang disabilitas di Banda Aceh,” kata Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal saat menjadi pembicara pada Pertemuan Tingkat Tinggi Wali Kota Indonesia Ke-6 untuk Kota Inklusif di Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (27/9/2016).

Pemko Banda Aceh sebut Illiza sangat menjunjung tinggi kesetaraan hak seluruh kelompok masyarakat, keadilan, kebersamaan, dan menghargai hak-hak asasi manusia termasuk hak bagi penyandang disabilitas.

Setiap tahunnya, kelompok disabilitas bersama berbagai organisasi lainnya dilibatkan dalam perencanaan pembangunan kota.

“Tujuannya agar mereka dapat menyampaikan aspirasi dan kebutuhannya. Salah satu usulan mereka yakni terkait aksesbilitas fisik dan komunikasi untuk membantu interaksi antara kaum difabel dengan lingkungannya.”

“Penyediaan akses kebutuhan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan perumahan juga menjadi perhatian kami, disamping menyediakan anggaran khusus bagi kelompok disabilitas,” kata Illiza.

Dalam bidang pendidikan, Pemko Banda Aceh terus berupaya menyediakan fasilitas pendidikan bagi penyandang disabilitas maupun anak-anak mereka. “Diantaranya menerima guru khusus bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian lebih, membangun berbagai akses fisik, mengirim calon guru pendidik inklusi untuk mengikuti pendidikan khusus bagi anak tuna netra, tuna rungu, dan tuna grahita,” sebut Illiza dalam paparannya.

“Hingga saat ini, sudah banyak sekolah di Kota Banda Aceh yang menerapkan sitem pendidikan inklusi. Untuk tingkat TK ada enam unit, SD 20 unit, SMP sembilan unit, SMA tujuh unit, dan 15 SLB dengan jumlah guru pendukung sebanyak120 orang,” tambah Illiza.

Sementara di bidang kesehatan, sambung Illiza, pihaknya juga melakukan berbagai pendekatan seperti penyediaan layanan medis khusus bagi penyandang disabilitas secara gratis.

Di bidang perumahan, Pemko Banda Aceh juga mengeluarkan kebijakan agar kaum difabel dapat mengakses fasilitas perumahan yang terjangkau. Hal lainnya untuk membantu peningkatan kualitas hidup dan ekonomi, Pemko Banda Aceh bekerjasama dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, serta lembaga lainnya, juga menyediakan berbagai bantuan sosial di antaranya pemberian dana maupun alat bantu bagi penyandang disabilitas.

“Bantuan usaha ekonomi produktif terus kita salurkan seperti kepada mereka seperti bantuan mesin jahit, dan bantuan tempat usaha refleksi dimana kita menyediakan tempat, pelatihan, peralatan dan modal usaha. Selain itu, kami juga memberikan bantuan biaya hidup sebesar Rp 2,5 juta per tahun bagi penyandang cacat, dan bantuan Rp 1 juta per tahun bagi keluarga dengan anak cacat, serta Rp 300 ribu per bulan bagi penyandang cacat berat, di samping bantuan-bantuan lainnya dari Baitul Mal,” demikian Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal. [Rilis]

To Top