Ekonomi

2021, Kartu ATM Sudah Pakai Chip

2021, Kartu ATM Sudah Pakai Chip

ACEHTERKINI.COM | Pemerintah mewajibkan seluruh perbankan di Indonesia untuk mengonversikan kartu debet atau kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dari teknologi magnetic stripe yang masih umum digunakan saat ini menjadi teknologi cip yang diyakini lebih aman.

Bank Indonesia (BI) akan memberlakukan National Standard of Indonesia Chip Card Spesification (NSICCS) yang mengikat seluruh bank untuk beralih ke teknologi cip dengan penerapan enam digit nomor keamanan atau PIN. Periode konversi diberikan BI hingga tahun 2021.

Deputi Gubernur BI Ronald Waas menjelaskan, kebijakan untuk mengonversi kartu debet dari magnet ke cip dilakukan untuk meningkatkan keamanan transaksi melalui ATM. Ia menilai, teknologi yang dipakai dalam kartu debit yang masih memanfaatkan teknologi magnet rentan pembobolan dan keamanan transaksi yang lebih rendah dibanding dengan cip.

Ronald mengungkapkan, awalnya pemerintah ingin memberlakukan konversi kartu ini dalam waktu dekat. Hanya saja, kemudian disadari bahwa konversi yang terlalu singkat akan membuat produsen kartu debit berada ‘di atas angin’ dan ada celah bagi mereka untuk memainkan harga produksi. Kondisi ini kemudian membuat BI melonggarkan periode konversi hingga Desember 2021.

Tahapannya, BI menargetkan konversi sudah berlaku untuk 30 persen kartu yang beredar pada Januari 2019. Satu tahun kemudian, pada Januari 2020 ditargetkan sudah ada 50 persen kartu y ang terkonversikan. Hingga akhirnya, pada Desember 2021 seluruh kartu debit sudah diganti dengan teknologi chip dan kode keamanan 6 digit.

“Kartu debet itu jumlahnya sekarang hampir 140 juta, sebanyak 139 juta. Dan bisa dibayangkan kalau itu dialihkan ke chip yang semuanya kartu harus diganti dalam waktu dua tahun, berarti dalam satu tahun harus dicetak 70 juta kartu dan per bulan 6 juta kartu,” ujar Ronald akhir pekan kemarin.

Pengalihan kartu debet yang diwajibkan menggunakan cip tidak secepat kartu kredit. Sebab untuk kartu kredit biasanya dikirim ke pemegang kartu dan baru bisa dilakukan aktivasi. Sementara untuk kartu debet biasanya personal.

“Karena kendala itu, konversi kartu debit juga tidak mudah dan waktunya kita beri lebih panjang. Kami juga menerapkan kepada bank yang nasabahnya sampai puluhan juta kartu yang diterbitkan, mereka kami berikan waktu cukup lama untuk mengalihkan kartu,” kata Ronald. [ROL]

To Top