Kesehatan

Tenaga Medis di Abdya Dilatih Cara Mengobati Luka Cepat Sembuh

ACEHTERKINI.COM | Belasan tenaga medis baik dari dokter maupun keperawatan mengikuti acara pelatihan Perawatan Luka Modern selama 3 hari mulai 26-28 Agustus 2016, di Aula Khana Pakat, Desa Geulumpang Payong, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Jumat (26/8/2016).

Pelatihan itu, diikuti 12 orang tenaga medis dari Kabupaten Abdya, 2 orang dari Kabupaten Aceh Selatan dan satu orang dari Kabupaten Simeulue. “Mereka ini akan dilatih cara mengobati luka secara modern. Pelatihan yang kita laksanakan hari ini merupakan yang pertama kalinya di Abdya,” ungkap Ns Rinaldi selaku Ketua Pelaksana dalam kegiatan itu.

Dikatakannya, tujuan pelaksanaan kegiatan itu, agar tenaga medis di Abdya dapat termotivasi menggunakan metode perawatan luka modern dan menerapkannya pada saat melayani pasien baik di Puskesmas maupun di Rumah Sakit.

Tenaga Medis di Abdya Dilatih Cara Mengobati Luka Cepat Sembuh
Ns Edy didampingi fasilitator lainnya sedang mengawasi peserta yang sedang mengikuti pre test dalam kegiatan Pelatihan Perawatan Luka Modern di Abdya, Jum’at (26/8).

“Dimana saja tempat mereka bertugas nantinya, metode ini akan menjadi langkah tepat untuk dijalankan, agar jenis luka yang diderita pasien cepat kering dan beransur membaik,” tuturnya.

Rinaldi menjelaskan, selama ini perawatan luka dilakukan dengan mengganti perban antara satu atau dua hari sekali, namun dengan metode ini, perban akan dibuka selama 3 hari, dan luka yang diderita pasien akan lebih cepat kering.

“Meskipun di Abdya masih dalam tahap perkenalan, kita pastikan perawat di Abdya akan menggunakan metode yang kita perlihatkan hari ini. Dimana, kita juga akan melakukan praktek disejumlah Puskesmas atau rumah sakit pada akhir pelatihan ini nanti,” ujarnya singkat

Sementara itu, selaku Presiden Indonesian Wound Care Clinician Association (InWCCA) Aceh, Ns Edy Mulyadi Mkep RN WOC (ET) N, usai pembukaan pelatihan itu menjelaskan, Kabupaten Abdya merupakan kali pertamanya dilaksanakan pelatihan seperti ini. Sebelumnya Edy bersama dengan tim InWCCA lainnya, sudah melakukan pelatihan yang sama di beberapa Kabupaten/Kota di Aceh.

“Metode perawatan luka modern ini, pertama kali kita lakukan di Kota Langsa sekitar tahun 2010 lalu, setelah berhasil, kita melanjutkan ke sejumlah kabupaten/kota lainnya yang ada di Aceh,” kata Edy yang juga selaku fasilitator dalam kegiatan tersebut.

Lebih lanjut, Ketua STIK Cut Nyak Dhien Kota Langsa itu, juga mengemukakan, bahwa metode perawatan luka modern tersebut telah berkembang di Eropa selama 45 tahun. Sedangkan Indonesia baru diperkenalkan dengan metode ini sekitar tahun 2010.

“Metode seperti ini sudah diakui dunia, banyak pasien yang menderita luka bisa sembuh dengan cepat. Apapun jenis lukanya, jika disembuhkan dengan cara ini pasti bisa lebih baik, paling tidak untuk menumbuhkan kembali jaringan pada luka itu,” terang Edy lebih lanjut.

Terakhir, Edy menambahkan, ada beberapa materi yang akan disampaikan dalam pelatihan itu nanti, diantaranya, melakukan pengenalan program dan pre test kepada peserta, kemudian anatomi dan konsep penyembuhan luka, Wound Bed Prepation, dilanjut dengan redemontrasi selama 3 menit.

Kemudian pihaknya juga akan memberikan perkenalan beberapa luka yang dapat diobati dengan perawatan luka modern, sehingga jaringan pada luka akan semakin membaik. “Kita berharap kegiatan ini tidak cukup dengan pelatihan saja, akan tetapi, peserta dapat melakukan praktek secara mandiri nantinya,” demikian Edy.

Amatan dilokasi, kegiatan itu dibuka Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Abdya, H A Kadry SH MM, dan turut dihadiri pemateri lainnya Ns Hamka yang berasal dari Kota Makasar, Provinsi Sulawesi Selatan. (Rizal).

To Top