Layanan Publik

STAIN Malikussaleh Berubah Nama Menjadi IAIN Lhokseumawe

ACEHTERKINI.COM | Dengan pertimbangan dalam rangka memperluas rumpun Ilmu Agama Islam dan memenuhi tuntutan perkembangan masyarakat, pemerintah mendirikan Institut Agama Islam Negeri (IAIN), di Metro (Lampung), Lhokseumawe (Aceh), Pekalongan (Jateng), Kerinci (Jambi), dan Ponorogo (Jatim).

Pendirian keempat IAIN ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 71, Nomor 72, Nomor 73, Nomor 74, dan Nomor 75 Tahun 2016, yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 1 Agustus 2016.

STAIN Malikussaleh Berubah Nama Menjadi IAIN Lhokseumawe

Dilansir dari laman Setkab RI, Pendirian IAIN Lhokseumawe merupakan perubahan bentuk dari STAIN Malikussaleh Lhokseumawe.

Semua IAIN itu merupakan perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Agama yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Agama.

Terkait dengan perubahan itu, maka semua kekayaan, pegawai, hak dan kewajiban dari masing-masing STAIN dialihkan menjadi kekayaan, pegawai, hak dan kewajiban IAIN masing-masing. Demikian pula, semua mahasiswa STAIN perguruan tinggi tersebut menjadi mahasiswa IAIN.

“Hal yang timbul dari dan berhubungan dengan pelaksanaan Peraturan Presiden ini, menjadi tanggung jawab menteri/pimpinan lembaga pemerintah nonkementerian terkait sesuai dengan kewenangan masing-masing,” bunyi Pasal 3 masing-masing Perpres di atas.

Menurut Pasal 6 masing-masing Perpres di atas, Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan, yaitu pada 3 Agustus 2016, oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly. [Red]

To Top