Sosial

Qanun Bendera Aceh Digugat. DPRA : Kami akan Panggil Safaruddin YARA

ACEHTERKINI.COM | Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) akhirnya angkat bicara soal gugatan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) terhadap Qanun Nomor 3 Tahun 2013 Tentang Bendera dan Lambang Aceh ke Mahkamah Agung (MA).

Ketua Komisi I DPR Aceh, Abdullah Saleh mengaku terkejut dengan berita di mass media terkait gugatan YARA terhadap qanun tersebut.

“Kok tiba-tiba YARA menggugat, padahal sebelumnya YARA justru minta Qanun Bendera dan Lambang Aceh ini diimplementasikan, saya sedang dalam masa reses, kita akan panggil Safaruddin, Ketua YARA untuk berdiskusi masalah ini, pekan depan, insya Allah,” kata Abdullah Saleh kepada acehterkini, Rabu (31/8/2916).

Qanun Bendera Aceh Digugat. DPRA : Kami akan Panggil Safaruddin YARA
Ilustrasi

Menurut Abdullah Saleh, dalam diskusi dengan YARA nanti, DPR Aceh ingin mengetahui pertimbangan apa yang menjadi dasar oleh YARA menggugat Qanun Nomor 3 Tahun 2013 Tentang Bendera dan Lambang Aceh itu.

“Sebelumnya YARA pernah minta agar Bendera Aceh itu segera dikibarkan, hanya saja ada kendala di Pemerintahan Aceh dalam hal ini gubernur, kok tiba-tiba YARA mempermasalahkan qanun ini,” kata Abdullah Saleh berjanji akan bertemu dengan Safaruddin untuk membicarakan masalah tersebut.

Rencana Abdullah Saleh bertemu Safaruddin YARA mendapat respon positif dari Ketua Pansus Bendera dan Lambang Aceh di DPRA, Kausar.

Ketua Fraksi Partai Aceh, Kausar mengatakan, YARA pernah menggugat DPRA karena tidak mengibarkan bendera Aceh. “Kok malah sekarang menggugat qanun itu ke MA,” kata Kausar seraya mengajak YARA agar sama-sama berjuang agar bendera Aceh itu dapat segera dikibarkan dan gugatan tersebut dapat dicabut.

“Saya minta Komisi I DPR Aceh untuk mengundang Safaruddin YARA mendengar aspirasinya terkait Qanun Bendera dan Lambang Aceh,” ujar Kausar dari pesan singkatnya.

Menanggapi permintaan dari DPR Aceh ini, Ketua YARA Safaruddin mengaku akan selalu membuka diri untuk berdikusi dengan DPR Aceh. “ Kita selalu terbuka untuk diskusi dengan siapapun termasuk DPR Aceh,” ujar Safaruddin singkat. [Firman]

To Top