Hukum

Putusan Hakim Tidak Sesuai Tuntutan Jaksa, Kejari Abdya Ajukan Banding

ACEHTERKINI.COM | Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh, telah memutuskan hukuman penjara 4 tahun untuk Budijono dan 6 tahun untuk Sukimin, terdakwa kasus korupsi pengadaan Cadangan Benih Nasional (CBN) kedelai di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang merugikan negara Rp.6,4 miliar.

Terkait dengan putusan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejaksaan Negeri (Kejari) Abdya, mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Banda Aceh.

Dalam amar putusan nomor 8/Pid.Sus-TPK/2016/PN Bna, Majelis Hakim PN Tipikor Banda Aceh, telah memutuskan, terdakwa Budijono (mantan Manager Pemasaran PT Pertani (Persero), Cabang Aceh) terbukti bersalah dan dijatuhi hukuman pidana selama 4 tahun penjara, denda Rp 400 juta, subsider 2 bulan kurungan. Kepada terdakwa tidak dibebankan uang penganti kerugian negara.

Putusan lainnya juga dijatuhi kepada Sukimin (mantan Kasie Proyek Pemerintah, pada PT Pertani (Persero), Cabang Aceh), dalam amar putusan nomor 9/Pid.Sus-TPK/2016/PN Bna dijatuhi hukuman pidana selama 6 tahun penjara, denda Rp 400 juta, subsider 2 bulan. Kepada terdakwa diperintahkan untuk membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 390.399.555,-.

Kajari Abdya, Abdur Kadir SH MH, melalui Kasie Pidsus Irfan Hasyri HDL SH, diruang kerjanya kepada wartawan, Jum’at (26/8/2016) menerangkan, putusan pekara itu ditetapkan dalam sidang yang digelar Kamis (11/8/2016) lalu.

Putusan tersebut menurut Irfan, tidak memenuhi rasa keadilan. Kemudian, uang pengganti kerugian negara tidak diakomodir dalam putusan Majelis Hakim. “Mengenai putusan itu, kita sudah mengajukan banding ke PT/Tipikor Banda Aceh,” terangnya.

Dalam tuntutan JPU, Budijono dituntut selama 10 tahun penjara, denda Rp 500 juta, subsider 3 bulan kurungan. Kepada yang bersangkutan juga dibebankan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 6.410.690.000,-.

Sementara untuk Sukimin, JPU menuntut 10 tahun penjara, denda Rp 500 juta, subsider 3 bulan kurungan. Kepada yang bersangkutan tidak dibebankan uang pengganti kerugian negara.

“Tuntutan kita dengan putusan majelis hakim jauh dari seharusnya. Untuk itu, kita ajukan banding,”singkatnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Budijono, mantan Kepala PT Pertani (Persero) Cabang Pemasaran Aceh dan Sukimin, mantan Kasie Proyek Pemerintah Pada PT Pertani (Persero), merupakan dua terdakwa utama dalam kasus pengadaan CBN tahun 2011 lalu di Abdya, yang merugikan negara berdasarkan hasil audit BPKP nomor: SR-1979/PW01/5/2015 tanggal 01 September 2015 hingga Rp 6 miliar lebih.(Rizal)

To Top