Layanan Publik

Dewan Kritik Program Pembangunan dan Mutu Pendidikan di Abdya

ACEHTERKINI.COM | Sejumlah anggota DPRK Aceh Barat Daya (Abdya) mengkritik beberapa program pembangunan termasuk mutu pendidikan di Abdya. Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat paripurna penutupan laporan keterangan pertanggung jawaban (LKPJ) Bupati Abdya tahun 2015 di Aula Gedung DPRK setempat, Senin (15/8/2016).

Dalam pemandangan umum, para wakil rakyat itu, mempertanyakan tentang pentingnya dan azas manfaat pembangunan Teluk Surin, pembangunan jalan Ie Mirah-Lembah Sabil, pembangunan Masjid Agung yang terbengkalai, pasar modern, pentingnya pembangunan pendopo bupati hingga persoalan kualitas dan mutu pendidikan di Abdya.

Dewan Kritik Program Pembangunan dan Mutu Pendidikan di Abdya
Sidang Paripurna LKPJ Bupati Aceh Barat Daya

Kendati menuai kritikan, namun ada juga wakil rakyat yang mengapresiasi keberhasilan Pemkab Abdya dalam mewujudkan predikat opini wajar tanpa pengecualian (WTP) yang perdana sejak kabupaten ini lahir setelah dimekarkan dari Aceh Selatan.

“Banyak hal yang harus diperbaiki oleh bupati, seperti bidang pertanian, tata kelola perkotaan, bidang pemuda, olah raga dan pendidikan. Bahkan banyak hal lainnya yang perlu perhatian serius bupati selaku kepala daerah,” kata salah satu anggota DPRK, Zul Ilfan dalam pemandangan umum yang disampaikannya.

Menjawab sejumlah kritikan yang dilontarkan para anggota dewan tersebut, Bupati Abdya Jufri Hasanuddin menyampaikan, apa yang dilakukan pihaknya seperti pembangunan pasar modern merupakan upaya untuk tetap menjaga dan mempertahankan julukan Blangpidie sebagai pusat perdagangan di wilayah Barat-Selatan Aceh.

Kemudian, pembangunan teluk surin, kata Bupati Jufri, dinilai sangat penting dan menjadikannya sebagai program jangka panjang demi mewujudkan pelabuhan internasional, dalam rangka mendukung program tol laut untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Termasuk, program pembangunan jalan Ie Mirah-Lembah Sabil. Mengingat kondisi jalan lintas kabupaten saat ini kondisinya semakin padat, maka dari itu perlu dibangun jalur alternatif sekaligus jalur ekonomi lintas Barat-Selatan Aceh nantinya.

Ditambahkan Bupati, mengenai pembangunan  pendopo yang menjadi sorotan anggota dewan juga sangat besar manfaatnya. Dimana hampir 70 persen aktivitas bupati dalam melayani masyarakat berlangsung di pendopo.

“Proses pembangunan Mesjid Agung akan terus kita upayakan. Sementara itu apresiasi yang disampaikan sejumlah anggota dewan mengenai WTP, itu bukanlah sebuah kebanggan dan tujuan, melainkan sebuah kewajiban yang harus dipenuhi. Itu juga berkat kerja sama legislatif dan eksekutif serta aparatur pemerintah Kabupaten Abdya,” tutur Bupati Jufri.

Mengenai mutu pendidikan Abdya menurutnya telah berada di tingkat lebih baik, dimana tingkat kelulusan siswa dari sejumlah jenjang pendidikan telah mencapai 98-100 persen. Selain itu, salah satu SMA di Abdya telah berhasil meraih tingkat kelulusan yang maksimal dan patut ditiru oleh sekolah lain.

“SMA Harapan Persada di Abdya telah mendapatkan akreditasi A dan telah mengantarkan puluhan siswa mendapatkan kelulusan diperguruan tinggi negeri yang mencapai angka kelulusan 96,87 persen. Hal ini akan terus ditingkatkan demi Abdya yang lebih baik,” demikian tutupnya. (Rizal)

To Top