Ekonomi

Dedy Raup Rp100 Juta Per Bulan dari Kopi Arabika Gayo

ACEHTERKINI.COM | Awalnya mencoba membandingkan bagaimana nikmatnya kopi robusta dengan arabika gayo. Bagi Dedy, kopi arabika gayo memang memiliki rasa yang khas dari kopi robusta atau kopi saring yang sudah lama menjamur di Kota Banda Aceh. Pada tahun 2012, ia memilih merintis untuk berwirausaha kopi arabika dengan teknologi mesin.

“Usaha ini terbilang baru di Aceh, sebelumnya kopi arabika gayo itu hanya untuk ekspor, tapi sekarang sudah banyak tersedia di warung-warung,” kata Dedy Thabrany, Aleuhat (28/8/2016).
Pemilik Nacha Cafe di Jalan P. Nyak Makam, Lampineung atau tepatnya di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, saat ini mampu meraup omzet antara Rp90 juta sampai Rp100 juta per bulan.

“Alhamdulillah, setiap bulan kita menghabiskan 450 kilogram kopi arabika, omzet perhari itu minimal Rp 3 juta – Rp4 juta, kata rata-rata per bulan Rp 100 juta,” kata dia saat melayani Datsun Risers Expedition 2 (DRE2).

Dedy Raup Rp100 Juta Per Bulan dari Kopi Arabika Gayo

Menurutnya Nacha Cafe hanya menyediakan kopi arabika dari dataran tinggi gayo Aceh. “hanya kopi arabika, ada jenis luwak coffee, wine coffee, dan berry coffee. Top penjualan kita paling laris adalah permintaan minuman sanger kopi dan espresso, harganya pun terjangkau mulai dari Rp15.000 sampai Rp45.000 per gelas,” kata dia.

Pelanggan yang sering singgah di Nacha Cafe umumnya adalah birokrat dan anggota dewan. Ada juga mahasiswa, pengusaha dan kontraktor. Nacha Cafe buka setiap hari dari pukul 09.00 wib – 00.00 wib.

Kata Dedy kopi arabika memiliki kandungan kafein yang lebih rendah. Jenis kopi ini hanya dapat tumbuh di daerah yang dataran tinggi dengan suhu yang lebih dingin. Aromanya seperti wangi buah- buahan, kopi ini lebih kental di mulut dan lebih pahit. Biasanya di kampung-kampung, kopi ini diminum dengan gula aren. [Firman]

To Top